Yantje Sunur Bantah Ikan Berformalin Bukan Dari Lembata

  • Bagikan
Eliazer Yance Sunur Bupati Lembata
Eliazer Yance Sunur
Bupati Lembata

NTT-NEWS.COM, Kupang – Bupati Lembata Eliazer Yantje Sunur menbantah bahwa ikan berformalin tidak ada dari Lembata yang dijual ke luar daerah itu dan kabupaten lainnya. Bantahan itu disampaikan Yantje dari Lembata melalui hubungan telepon dengan wartawan.

Menurut Yantje Sunur, di daerah itu tidak ada yang menjual formalin, selain formalin rumah sakit. “Penjualan formalin di Lembata sangat terkontrol dan tidak dijual bebas, apalagi di Lembata tidak ada yang jual selain di rumah sakit,” kata Yantje Sunur, Rabu (4/3) dari Lembata.

Baca Juga:  Gempa Beruntun, Warga Lereng Gunung Ile Lewotolok Mengungsi 

Namun Yantje menyampaikan bahwa jika ada ikan yang berformalin dan beredar di luar Lembata, kemungkinan besar itu ditaruh saat di kapal, dan bukan dilakukan nelayan Lembata.

Sunur mengaku setelah beredara informasi ikan berformalin dari daerah itu, pemerintah setempat bersama para nelayan langsung melakukan pengecekan dan tidak menemukan adanya ikan berformalin di daerahnya itu.

Baca Juga:  Peduli Korban Erupsi Ile Lewotolok, OMK Lamawalang Gelar Aksi Peduli Kasih

Tak hanya dengan masyarakat nelayan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satpol PP, Pol Air dan TNI Angkatan Laut untuk melakukan sosialisasi ke pasar ikan, karena informasi penggunaan formalin sudah sangat meresahkan.

“Ini bisa saja tuduhan ikan Lembata formalin karena ada persaingan bisnis yang bertujuan mematikan nelayan Lembata, saya yakin bahwa ikan Lembata memiliki kualitas terbaik dari daerah lain,” katanya.

Baca Juga:  Sedang Asyik Pancing Ikan, Warga Lembata ini Diterkam Buaya

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ikan berformalin masuk Kupang dan diamankan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur sebanyak 12 ton asal Lembata dan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

  • Bagikan