Warga Desa Maukabatan Menduga Ada Manipulasi LPJ Dana Desa

  • Bagikan
Kades Maukabatan, Emanuel Kanam

NTT-News.com, Kefamenanu – Pembangunan sejumlah proyek fisik oleh Pemerintah Desa Maukabatan, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), banyak mengecewakan masyarakat setempat. Pasalnya, uang ratusan juta rupiah yang digelontorkan belum dimanfaatkan seperti yang diharapkan pemerintah pusat.

Demikian hal ini diungkapkan Prima Naben, salah satu masyarakat Desa Maukabatan, Selasa, (14/07/2020) kemarin di kediamannya. Dirinya mempertanyakan berbagai pembangunan pemerintah desa untuk rakyat banyak yang tidak dinikmati oleh masyarakat.

Baca Juga:  Dugaan Penggelapan Dana Pengadaan Masker, Begini Kata Kades Sainiup

“Sebagai masyarakat, kami tentu sangat kecewa. Ada beberapa kegiatan proyek yang mandek antara lain, 12 unit sumur gali yang dikerjakan menggunakan anggaran dana desa sejak tahun 2016 sampai 2019, dan hanya 6 unit yang berhasil, sisanya mubazir. Ada juga 2 pekerjaan bahu jalan raya pada tahun 2017 dengan panjang 1 kilometer. Proyek ini kemudian tidak dikerjakan sama sekali, tetapi laporan pertanggungjawabannya diduga direkayasa,” ungkap Prima.

Selanjutnya ada sumur bor yang per unit anggaran dananya sebesar Rp 10 juta rupiah, yang mana sebagian dari sumur bor tersebut tidak bermanfaat dan tak bisa di gunakan masyarakat setempat. Adapun fakta lain bahwa, proyek sumur bor ini dikerjakan oleh kepala desa, dikarenakan kepala desa yang mempunyai alat bor.

Baca Juga:  Kompak Minta Polisi Periksa Pelaksana Bimtek dan Kadis PMD Provinsi

”Pemerintah Desa Maukabatan tidak transparan. sehingga ia menilai pemerintah desa Maukabatan tidak ada transparansi dan tidak bisa bertangung jawab sebagai pemimpin desa setempat. Ada pun juga dana HOK masyarakat sebesar Rp 50 juta rupiah yang tidak dibayar, dengan alasan dipakai untuk pembangunan Kapela. Hingga saat ini tidak ada pembangunan Kapela tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga Salahgunakan BLT Kades Totok Tersangka, Kades Moro Manduyo Dipolisikan Warganya

Ditambahkannya, ada juga pekerjaan WC sehat sebanyak 43 unit dan sebagian WC tersebut hingga saat ini pekerjaannya belum mencapai 100 persen. Kasus lainnya, semua perangkat Desa Maukabatan mendapat bantuan rumah.

Sementara itu, Kepala Desa Maukabatan, Emanuel Kanam saat dikonfirmasi media ini membenarkan laporan masyarakat tersebut, hanya dirinya lupa terkait jumlah sumur bor yang telah dianggarkan.

Penulis : Laris Mataubana

  • Bagikan