Timor Leste Stuban Pengelolaan Sampah Perkotaan di NTT

  • Bagikan
Pemerintah Timor Leste Studi Banding tentang Sampah di NTT
Pemerintah Timor Leste Studi Banding tentang Sampah di NTT
Pemerintah Timor Leste Studi Banding tentang Sampah di Kota Kupang, NTT

NTT-News.com, Kupang – Pemerintah Timor Leste melalui Kementerian Perindustrian Perdagangan dan Lingkungan Hidup melaksanakan Studi Banding (Stuban) ke Provinsi NTT khususnya Kota Kupang untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah perkotaan dan limbah.

Sekjen Perindustrian Perdagangan dan Lingkungan Hidup Timor Leste Jaoa Carlos Soares, menyampaikan rencana studi banding di Kota Kupang karena secara geografik memiliki kawasan yang sama dengan inti permasalahan pada pengelolaan lingkungan khususnya sampah perkotaan dan limbah.

Baca Juga:  Pertemuan Universitas Tiga Negara, Gubernur NTT Harapkan Masukan Tekhnis

Kepada wartawan di Balaikota Kupang Rabu (13/07/2016) Soares, mengatakan saat ini di Timor Leste sedang diperhadapkan dengan permasalahan kepadatan penduduk dan perkembangan Kota sehingga perlu mengetahui bagaimana sistem pengelolaan sampah kota dan limbah yang diterapkan pemerintah Kota Kupang.

“Kita akan fokus berdiskusi dan membahas secara mendalam bersama Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Kebersihan Kota Kupang terkait sistem pengelolaan pemetaan jalur hijau, sampah perkotaan dan limbah sesuai rencana yang telah ditetapkan Pemerintah Timor Leste pada dua bulan lalu terkait pengelolaan lingkungan hidup,” jelas Soares.

Baca Juga:  Melintas untuk Temui Istri, MG Warga Timor Leste Diamankan Satgas Yonarmed 3/105 Tarik

“Kami juga akan melakukan kunjungan ke beberapa lokasi terkait pengelolaan hutan bakau, TPA sampah untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan yang diterapkan Pemerintah Kota Kupang yang dianggap sangat berhasil,” ujar Soares lagi.

Dia juga mengatakan, bahwa setelah pertmuan tersebut, pemerintah Timor Leste akan mengirimkan staf teknis untuk belajar secara khusus tentang sistem pengelolaan sampah perkotaan, limbah dan kawasan jalur hijau selama satu atau dua minggu.

Baca Juga:  Pertemuan Universitas Tiga Negara, Gubernur NTT Harapkan Masukan Tekhnis

“Persoalan ini yang sedang dihadapi Pemerintah Timor Leste dan kami mendapat respon baik dari Pemerintah Kota Kupang,” tutur Soares. (dirk)

  • Bagikan