Sumba Barat Daya Panen Raya Kacang Kedelai

  • Bagikan
Panen Raya Kacang Kedelai di SBD
Panen Raya Kacang Kedelai di SBD
Panen Raya Kacang Kedelai di SBD

NTT-News.com, Tambolaka – Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya menggelar panen raya Kacang Kedelai di Desa Padaeweta Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya.

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Tallu mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur kepada masyarakat Wewewa Timur yang telah bekerja keras membangun Sumba Barat Daya dengan caranya masing-masing.

“Ini panen terbesar di NTT yang hanya ada di Kabupaten Sumba Barat Daya,” Kata Markus, Kamis, 8 September 2016 saat menggelar panen raya bersama Anggota DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat dan perwakilan dari Kementerian Pertanian Riyani Dwi Astuti.

Baca Juga:  Sirkey Resto Saksi Bisu Jejak Awal Paket Rela di Bumi SBD

Markus berjanji akan terus berjuang demi kemakmuran rakyat Sumba Barat Daya agar bisa keluar dari keterpurukan. Dia berjanji juga akan berusaha keras memberikan dorongan kepada setiap petani yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya agar tidak hanya menanam Keledai, Jangung dan Padi.

“Masyarakat harus bisa mendukung setiap program dari Pemerintah untuk memajukan Sumba Barat Daya ini ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga:  Terima Penghargaan The Best Customer, Sien Wadoe: Saya Tidak Sangka

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Viktor Bungtilu Laiskodat menghimbau agar petani jangan malas kerja dan harus terus bekerja agar bisa memajukan daerah Sumba Barat Daya.

Sumba Barat Daya ini memiliki sejumlah potensi besar, harus di gali agar bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Pemerintah harus memberikan motivasi kepada setiap masyarakatnya,” ujar Victor.

Baca Juga:  Bupati SBD Beberkan Tiga Musuh Besar Masyarakat dan Pemerintah

Sedangkan Kasubdit Kacang dan Ubi-ubian Kementerian Pertanian, Riyani Dwi Astuti mengungkapkan bahwa untuk pemasaran dan harga kedelai sudah di jamin pemerintah. “Harga kacang Kadelai kita jamin, penyalurannya akan di tampung di Bulog dan petani harus sejahtera,” tutur Riyani. (Yunia)

  • Bagikan