Rato Adat Wesel Gelar Ritual “Menolak” Covid-19

  • Bagikan
Masyarakat dan Camat Wewewa Selatan menggelar ritua tolak covid-19

NTT-News.com, Tambolaka – Berbagai macam cara yang dilakukan masyarakat untuk memerangi virus corona yang sudah meresahkan dunia hingga saat ini. Salah satu cara yang dilakukan oleh sejumlah suku yang berada di kecamatan Wewewa Selatan (Wesel), Kabupaten Sumba Barat Daya lewat tiga suku besar adalah melakukan ritual adat ‘penolakan’ virus corona. Diantaranya suku Umbu Wangu, Umbu Koba dan suku Manola.

Turut hadir, Anggota DPRD Komisi C, Alfonsus Yamba Kodi, Kapolsek Wewewa Selatan, I Gede Uliana, Camat Wewewa Selatan, Charles Ndapa Tondo, 16 Rato Adat dan perwakilan tokoh masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di kompleks Kantor Kecamatan Wewewa Selatan, pada Sabtu(11/07/2020).

Camat Wewewa Selatan, Charles Ndapa Tondo, mengatakan bahwa ritual adat yang dilakukan merupakan bentuk kepercayaan masyarakat dalam mengusir berbagai jenis penyakit. Dirinya menjelaskan bahwa ritual ini juga guna mencegah dan memohon agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Tegas, 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati SBD Target Benahi Birokrasi

“Ini salah satu cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat adat untuk mencegah meluasnya covid-19,” jelas Charles

Lebih lanjut,dirinya menambahkan bahwa proses ritual adat telah direncanakan beberapa hari yang lalu. Sebenarnya,kata Camat Wesel itu, ritual ini bisa dilakukan dimasing-masing rumah adat. Tetapi untuk memperkuat tali persaudaraan, jelas Charles, maka dilakukan secara gotong royong dikompleks kantor Kecamatan.

“Bukan hanya ritual adat yang sudah dilakukan. Melainkan, lagi kata Carles, instruksi pemerintah pusat lewat PEMDA untuk mengantisipasi dampak dilingkungan masyarakat juga dilakukan secara efektif,” ujar Charles.

Senada dengan anggota DPRD SBD Komisi C, Alfonsus Yamba Kodi, meyakini bahwa ritual adat yang dilakukan oleh rato adat bisa menjadi salah satu cara untuk meghindari menyebar luasnya pendemi Covid-19.

Baca Juga:  Demi Perkembangan STBM, Yasuka SBD Evaluasi Program ODF

“Yang walaupun secara illmiah belum terbukti,tetapi saya meyakini bahwa leluhur sumba bisa mendengarkan keluhan kita bersama,” ujar Alfonsus

Menurut Alfonsus, masyarakat sumba pada umumnya masih sangat kental dengan kepercayaan-kepercayaan terhadap ‘marapu’. Dengan demikian, masyarakat Sumba meyakini bahwa ritual adat akan membantu mengusir wabah penyakit apa saja.

“Sampai saat ini, masyarakat Sumba masih meyakini kepercayaan terhadap marapu untuk menjauhi musibah yang hendak terjadi,” tutur dirinya.

Dirinya mengharapkan supaya ritual adat yang sudah dilakukan dapat menjadi refrensi untuk semua kecamatan. “Kalau bisa, ritual ini bisa dilakukan secara kolektif,” harap dirinya.

Sementara itu, salah seorang rato adat, Anderias Bili Dappa, menyebutkan bahwa ritual adat dilakukan berdasrkan kesepakatan bersama semua rato dan persetujuan leluhur. Cara ini juga mampu menjauhi musibah alam yang hendak merugikan manusia. Dalam ritual adat itu,kata Anderias, menggunakan empat jenis hewan ternak yang menjadi kurban.

Baca Juga:  Wee Kuri, Laut yang Terkurung Menyerupai Danau

“Ya, kami (rato adat) sudah melakukan ritual untuk meminta berkat kepada leluhur guna memperlancar proses ini,” kata Anderias

Anderias menambahkan bahwa hasil dari hati ayam, babi, dan anjing yang menjadi kurban persembahan kepada leluhur memberikan hasil yang memuaskan. Sehingga dirinya meyakini bahwa pandemi Covid-19 tidak akan melanda wilayahnya. Pasalnya, keyakinan dirinya memastikan dengan ada petunjuk baik dari hati kurban tersebut.

“Kurban-kurban itu akan dipersembahkan kepada leluhur dengan cara yang sering dilakukan dalam adat,”jelas dirinya.

Menurut Rato, ritual-ritual masyarakat hukum adat di Sumba, khususnya Kabupatena Sumba Barat Daya, Kecamatan Wewewa Barat tersebut pada umumnya seperti di awal perang, mereka menganggap bahwa pandemi adalah perang.

“Upacara-upacara adat ini, upacara-upacara persiapan perang untuk kembalikan keseimbangan alam,” katanya.

Penulis : Rian

  • Bagikan