Polda NTT Resmi Tetapkan Ira Sebagai Tersangka Kasus Pembunuhan Astri dan Lael

0
2275
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak (Astri dan Lael) menambah satu tersangka baru yakni Ira Ua

NTT-News.com, Kupang – Teka-teki kasus pembunuhan ibu dan Anak (Astri dan Lael) akhirnya mulai menemui titik terangnya. Satu tersangka baru telah ditetapkan lagi oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).

Polda NTT akhirnya menetapkan I alias Ira alias Irawaty Astana Dewi Ua, Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan Astri dan Lael, sehingga tersangka dalam kasus ini sudah menjadi dua orang.

Kasus Astri dan Lael ini masih terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan akan adanya calon tersangka baru.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, I diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan Astri dan Lael.

“Berdasarkan bukti permulaan awal, penyidik telah menemukan beberapa alat bukti dan menetapkan seseorang tersangka berinisial I. Sementara masih dalam proses pengembangan lagi,” kata Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto kepada wartawan, Rabu 27 April 2022.

Ia menjelaskan, Polda NTT tetap melaksanakan proses penyidikan berdasarkan prinsip-prinsip penyidikan yang sudah ditentukan dalam Juknis dan UU.

Baca Juga : Ditetapkan Tersangka Dugaan Pembunuhan Astri dan Lael, Ira Ajukan Pra Peradilan

“Ada beberapa pasal yang diterapkan dan masih terus dikembangkan. Sementara masih dikembangkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, RB alias Randy Badjideh, tersangka dalam kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Macabee (Astri dan Lael), dijerat dengan pasal berlapis.

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi NTT M. Ihsan mengatakan, tersangka RB dikenakan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, 338 tentang pembunuhan dan Pasal 80 tentang perlindungan anak di bawah umur Jo Pasal 55.

Menurutnya, dengan penerapan pasal berlapis terhadap Randy Badjideh, maka yang bersangkutan terancam pidana hukuman mati.

“Kurang lebih ada tiga pasal. Yakni 340, 338 dan pasal 80 UU perlindungan anak Jo Pasal 55. Jadi maksimal itu hukuman mati,” kata M. Ishan kepada wartawan, belum lama ini.

Sementara itu, Penasehat Hukum keluarga Astri dan Lael Macabee, Adhitya Nasution mengapresiasi kinerja Polda NTT yang dikabarkan telah menetapkan tersangka baru dalam kasus Penkase.

Adhitya menegaskan, pihaknya tetap bersyukur dan mengapresiasi kinerja Polda NTT terkait informasi penetapan tersangka baru.

“Alhamdulillah, tinggal menunggu pemberitahuan resmi dari Polda. Keluarga ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polda NTT,” kata Adhitya saat dikonfirmasi media ini, Selasa 26 April 2022.

Meski demikian, dalam kesempatan yang sama, Adhitya tidak memberikan banyak komentar terkait informasi tersebut.

Pihak keluarga Astri dan Lael tetap mempercayakan kasus ini kepada penyidik Polda NTT untuk dituntaskan secara adil dan transparan.

“Siapapun itu tersangkanya, kita belum tahu. Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak Polda NTT,” tandas Adhitya. (*/rey)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini