Petani SBD Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

  • Bagikan
Pupuk Bersubsidi

NTT-News.com, Kodi – Warga Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengeluhkan tidak adanya pupuk bersubsidi yang tersedia dipihak distributor maupun di Dinas terkait. Keluhan ini hanya disampaikan oleh petani dari satu wilayah SBD melainkan hampir semua wilayah di daerah itu.

Gera, salah satu Petani asal Kodi Utara mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, sebab menurutnya, sebagai petani diwajibkan pihak distributor memiliki kartu petani, dan karena kartu petani tersebut belum tersedia maka pupuk bersubsidi itu tidak bisa didapatkan petani.

Baca Juga:  Tak Punya Uang, Jenazah Deventrika Sempat Ditahan RS. Karitas Weetebula

“Dari distibutor bilang tunggu kartu petani dulu, kartu petani katanya masih dicetak dari Provinsi sehingga kami tidak bisa mendapatkan pupuk. Jika ini lama baru kartu petani ada maka kami akan kesulitan sekali sehingga pada hasil panen yang akan kami dapatkan juga pasti berkurang,” kata Gera.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Sumba Barat Daya, Alex Mone Kaka juga menyampaikan hal yang sama bahwa saat ini masyrakat mengeluhkan ketersediaan pupuk bersubsidi di SDB. Menurutnya, petani dari Kodi, Loura dan Wewewa mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi ini.

Baca Juga:  Petani Jagung di SBD Gandeng Kopdit Swastisari

“Memang sudah ada kelompok yang dapat, tetapi lebih banyak yang tidak dapat pupuk bersubsi ini, dan saya berharap pemerintah setempat juga segera mengambil langkah, jika ada yang keliru dalam pendistribusian agar segera dibenahi dan masyarakat petani semua boleh mendapatkan pupuk bursubsidi ini,” katanya ketika menghubungi media ini, Selasa, 2 Februari 2021.

Terkait Kartu Petani yang masih belum jelas, pihaknya meminta agar tidak menjadi alasan distributor memperlambat permintaan pupuk tersebut, sebab melalui kelompok tani yang ada, petani sudah harus bisa dilayani.

Baca Juga:  KPU SBD Tetapkan Tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati

“Petani sudah banyak yang kumpul uang, dan seharusnya dilayani pupuk bersubsidi dengan menggunakan data RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), bukan malah menanti yang belum jelas kapan datangnya baru usul ke pusat,” pintahnya.

Dia juga meminta agar pemerintah, dalam hal ini Dinas terkait segera mengambil langkah konkrit sehingga kebutuhan pupuk bersubsidi oleh petani segera terpenuhi, sebab jika tidak maka hasil pertanian warga pada tahun ini akan menurun.

Lorens

  • Bagikan