Petani Jagung di SBD Gandeng Kopdit Swastisari

  • Bagikan
Panen Raya Jagung di Kaghona Sumba Barat Daya
Panen Raya Jagung di Kaghona Sumba Barat Daya

NTT-News.com, Tambolaka – Petani Jagung Hibrida BISI-18 menggelar Panen Raya bersama dengan Koperasi Kredit (Kopdit) Swastisari di Kampung Kaghona Desa Bondo Boghila, Kabupaten Sumba Barat Daya.(SBD). Panen Raya di lahan seluas 60 hektare berlangsung pada Sabtu (28/04/18) lalu dengan dihadiri pejabat teras di daerah itu.

Panen raya jagung Hibrida BISI-18 itu dilaksanakan Kelompok Tani Lolo Ole. Kelompok tani ini merupakan kelompok tani terbaik secara nasional dalam budidaya pertanian jagung. Lahan petani ini pernah dipinjam lahannya oleh pemerintah setempat untuk melakukan panen raya beberapa waktu silam dengan mengatasnamakan Program Revolusi Pertanian di hadapan petinggi kementrian pertanian. Di daerah ini juga, pernah dijanjikan traktor gratis, tetapi tidak dapat hingga saat ini.

Baca Juga:  Ibunya Sukses Jadi Pengusaha, Putra SBD Ini Jadi Pilot Termuda

Esti Bili, Ketua Kelompok Tani, menuturkan bahwa Panen raya jagung jenis hibrida BISI-18 ini mengalami lonjakan produksi yang cukup fantastis, yaitu mencapai 7,8 ton per hektare. Karena tahun lalu produksinya hanya mencapai 5,17 ton/ha.

Esty mengatakan, luas lahan kering di Kaghona ini mencapai ratusan hektare dan untuk saat ini produksi jagung berhasil dan mengalami kenaikan dari tahun lalu.

Baca Juga:  Dua Warga SBD Reaktif Sesuai Hasil Rapid Test

Sementara, Yohanes Sason Helen, General Manager KSP Kopdit Swastisari Cabang Tambolaka menuturkan bahwaKopdit Swastisari dan beberapa LSM sebagai pemberi modal dengan uji coba menyalurkan bantuan uang sebesar Rp. 250 juta untuk kebutuhan 60 hektare lahan.

Sebelum di tanam pada saat itu pihak Kopdit Swastisari bantuan anggaran digelontorkan dan berharap tahun ini bisa menghasilkan uang Rp 6 Milyar untuk meningkatkan produksi pertanian jagung. “Kita berharap jagung hasil panen tersebut dapat segera diserap di pasaran agar petani bisa menikmati hasilnya. Hal itu juga bertujuan untuk menstabilkan harga jagung di tingkat petani,” ujarnya. (JEP)

  • Bagikan