Pembagian Drum dimasa Kampanye Tidak Dibenarkan Panwascam

  • Bagikan
Kendaraan yang digunakan tim untuk membagi drum bekas aspal/ foto. istimewa
Kendaraan yang digunakan tim untuk membagi drum bekas aspal/ foto. istimewa

NTT-NEWS. COM, Atambua – Warga Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu, Primus Joni, melaporkan secara tertulis temuan atau dugaan money politic yang lancarkan salah satu tim pemenangan kepada Panwascam Tasifeto Barat.

Laporan tersebut diterima ketua Panwascam Tasifeto Barat, Romanus Markus Kali, sekitar pukul 13.00 Wita, Sabtu (21/11/2015). Laporan tersebut dibuat dengan tembusan Ketua Panwaskab Belu dan Ketua Panwaslu NTT, serta Kapolres Belu dan Kapolda NTT untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Politik Uang Jalan Menuju Korupsi

Romanus Markus Kali yang dihubungi NTT-News.com membenarkan adanya laporan dugaan tersebut dari masyarakat terhadap tim pemenangan dari salah satu kandidat calon Bupati dan calon wakil Bupati Belu.

Menurutnya, pembagian drum bekas tersebut merupakan hasil temuan dari Panwascam Tasifeto Barat, juga lalu diperkuat lagi dengan laporan dari masyarakat yang peduli dengan pilkada yang bersih dan bebas dari tindaan melanggar hukum.

“Pembagian Drum Bekas ini merupakan temuan dari kami karena dibagikan saat masa kampanye, dan ini tidak bisa dibenarkan,” ungkap Romanus Markus Kali saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Sabtu (21/11).

Romanus juga menuturkan bahwa Paswascam Tasifeto Barat akan mengkaji lebih dalam dan akan memutuskan melalui pleno bersama Panwascam Tasifeto Barat. “Kami akan mengkaji lebih dalam terkait temuan ini dan akan memutuskan melalui pleno Panwascam Tasifeto Barat,” lanjutnya.

Disamping itu, dirinya juga mengatakan bahwa temuan ini sudah dilaporkan secara lisan ke Panwaskab Belu. “Temuan ini kami sudah laporkan ke Panwaskab Belu,” tutupnya.

Sementara terlapor, Marianus Domi Meti yang dikonfirmasi terpisah melalui telepon selulernya mengatakan bahwa dirinya dituduh melakukan praktek money politic. “Kamu jangan menuduh sembarangan, kalau mau konfirmasi datang ketemu saya,” hardiknya saat dikonfirmasi wartawan.

Marianus juga membantah bahwa saat dirinya memberi drum aspal bekas itu atas perintah dari paket Sahabat. “Itu tidak benar, kami bukan dari tim sahabat,” katanya singkat. (lrn/ptr)

  • Bagikan