Pembagian BLT Desa Wali Ate Berlangsung Kondusif

  • Bagikan
Aparat Desa Bersama Babinsa dan Babinkamtibmas foto bersama setelah membagikan BLT Dana Desa

NTT-News.com, Tambolaka – Pembagian Bantuan Langsung Tunai(BLT) dari Dana Desa(DD) di Desa Wali Ate, Kecamatan Wewewa Barat berlangsung kondusif. Sementara pembagian Bantuan Sosial (BANSOS) yang juga berlangsung pada Kamis (21/05/2020) juga berjalan dengan baik.

Turut hadir, anggota DPRD SBD, Pihak Kecamatan, Pendamping PKH, BABINSA dan BHABINKAMTIBMAS. Demikian dikatakan oleh Kepala Desa Wali Ate, Yosep Bulu Talu, pada Jumat (22/05/2020).

Yosep menyebutkan bahwa masyarakat sangat inisiatif dalam menjaga ketertiban dalam melakukan penerimaan BLT. Menurutnya, hampir semua warga yang datang di kantor desa juga menggunakan alat pelindung diri (APD) yang berupa masker. Selain itu, Yosep menuturkan bahwa penerima BLT dari DD dan BANSOS dari Kementrian Sosial sudah sesuai kriteria yang ada dalam juknis.

“Hampir semua masyarakat saya menggunakan masker, mereka juga inisiatif dalam menjaga jarak demi menjaga menularnya wabah penyakit virus corona. Warga saya yang menerima bantuan dari pemerintah desa dan pemerintah pusat juga sesuai kriteria,” tutur Yosep.

Yosep menuturkan bahwa masyarakatnya yang tidak menerima BLT, BANSOS, PKH, akan akomudir untuk menerima sembako. Sehingga, tutur Yosep, ada 37 KK yang terdata untuk menerima sembako. Namun demikian, dirinya belum bisa memastikan jadwal pembagian sembako.

Baca Juga:  328 KK di Desa Bila Cenge Terima BLT Dana Desa

“Ya, sampai saat ini belum ada informasi untuk pembagian sembako. Sesuai informasih yang saya himpun, KK yang berhak menerima akan dikirimkan lewat rekening pribadi. Tadi, pendamping PKH juga sudah menjelaskan sistim penerimaan sembako di masyarakat,” ucap Yosep.

Dikesempatan itu juga, Yosep mengklarifikasi terkait penganggaran dana desa yang dianggarankan untuk BLT. Sebelumnya, kata Yosep, ada 321 Kepala Keluarga(KK) yang terdata untuk menerima BLT. Namun demikian, Yosep menjelaskan bahwa sebanyak 114 KK yang dipangkas karena terdata sebagai penerima BANSOS. Sehingga, penerima BLT yang diverifikasi sejumlah 207 KK.

“Setelah terjadi hasil verifikasi data dari dinas sosial, ternyata ditemukan ada beberapa nama yang juga terdata di BLT. Tetapi, pendobelan nama itu, saya sudah pangkas, sehingga tidak terjadi pendobelan dan konflik dilingkungan masyarakat,” ujar Yosep.

Lebih lanjut, Yosep menambahkan bahwa masih ada 56 Kepala Keluarga(KK) yang belum sempat menerima BLT. Pasalnya, KK yang belum menerima BLT, jelas Yosep, masih sementara mengurus kelengkapan administrasi. Sehingga mereka (Kepala Keluarga), akan tetap dilayani setelah administrasi yang menjadi persyaratan terpenuhi. Dan total KK yang dilayani hari ini sebanyak 151 KK.

Baca Juga:  97 KK di Desa Lapeom - TTU Terima BLT Dana Desa

“Bagi masyarakat yang belum bisa dilayani hari ini untuk menerima BLT dikarenakan belum memiliki kartu keluarga. Karena itu sudah menjadi pra syarat. Tetapi KK itu akan tetap dilayani setelah persyaratan itu dipenuhi. Hal yang sama untuk 3 KK penerima BANSOS yang belum dilayani kemarin,juga akan diberikan ketika yang bersangkutan melengkapi persyaratannya dan itu dilakukan pada tahap kedua,” jelas Yosep.

Yosep mengharapkan supaya masyarakat bisa memanfaatkan bantuan yang diterimah untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. “Semoga masyarakat bisa memanfaatkan bantuan untuk menutupi kekurangan, saya juga berharap supaya masyarakat tidak menyalah gunakan bantuan tersebut,” harap Yosep

Sementara itu, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Klaudius Teni, mengapresiasi sikap masyarakat yang sudah inisiatif menjaga ketertiban. Serta menjaga jarak dalam perkumpulan. Dirinya menambahkan bahwa masyarakat memakai masker dan mengikuti himbaun pemerintah setempat. Ketika mendatangi kator desa.

Baca Juga:  Diduga Salahgunakan BLT Kades Totok Tersangka, Kades Moro Manduyo Dipolisikan Warganya

“Saya sangat mengapresiasi sikap masyarakat yang sudah mengindahkan himbaun pemerintah. Desa Wali Ate menjadi salah satu Desa yang sudah transparan dalam pendataan. Sehingga masyarakat bisa mengetahui siapa-siapa yang menerima BLT dan BANSOS,” ungkap dirinya.

Dikesempatan itu juga, ketika ditanya terkait virus African Swine Fever (ASF) yang diduga menyerang ternak babi, Klaudius menyebut bahwa sudah banyak warga terkena musibah tersebut. Sehingga, dirinya menghimbau supaya masyarakat tidak membuang bangkai babi di semberangan tempat.

Menurutnya, pemdes bersama dirinya sudah melakukan sosialisasi terkait wabah penyakit yang sudah meresahkan warga saat ini. Dirinya pun mengharapkan supaya masyarakat bisa bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

“Selain mensosialisasikan dampak Covid-19, saya dan pemerintah desa juga sudah sosialisasikan cara mengantisipasi menularnya penyakit ternak babi, atau yang diduga karena terserang virus ASF. Saya sangat mengharapkan supaya masyarakat menguburkan atau membakar ternak babi yang mati,” tandas Klaudius.

Penulis : Rian

  • Bagikan