Menteri Bappenas Janji Bangun Jalan Selatan di Sumba Tengah

  • Bagikan
Menteri Bappenas ketika berada di Kabupaten Sumba Tengah

NTT-News.com, Anakalang – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjanjikan akan membangun jalan selatan Sumba Tengah menuju destinasi wisata 5 bidadari. Hal ini ia ungkapkan dalan kunjungan Kerja ke Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur

Dalam kunjungan itu terlihat Menteri PPN didampingi oleh Deputi bidang Sarana Prasarana, Deputi bidang Kemaritiman dan SDA serta Staf Khusus Menteri.

Menteri PPN menyampaikan bahwa “food estate” adalah wujud dan komitmen Pemerintah Daerah NTT dalam menjaga stabilitas pangan serta menghadirkan pertanian yang maju dan modern.

“Tentunya saya ingin melihat major project yang ada di Sumba seperti food estate dapat berjalan dengan baik kedepannya sehingga benar-benar dapat mewujudkan apa yang dinamakan ketahanan pangan, serta pertanian juga semakin maju dan modern,” ucapnya.

Dikatakan, Food Estate atau lumbung pangan Nasional merupakan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Sumba Tengah dengan komoditas utama padi dan jagung yang diarahkan mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“Termasuk mengantisipasi krisis pangan melalui pengembangan KSPP di luar pulau Jawa, sekaligus untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP),” katanya.

Baca Juga:  100 Hari Mendatang, PK-DL Sepakat Prioritaskan Kedisiplinan ASN SumTeng

Ia menambahkan, pada tahun 2021 pemerintah memfasilitasi luas tanam seluas 10.000 hektare, meliputi padi sekitar 5.600 hektare dan jagung sekitar 4.400 hektare.

“Bentuk fasilitasi yang telah diberikan selama ini, terutama penyediaan sarana produksi pertanian, alat mesin pertanian baik sebelum panen dan pasca panen, sarana pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta sarana air pertanian, termasuk sumur bor panel surya. Selama ini, pelaksanaan food estate telah melibatkan sekitar 91 kelompok tani padi dan 87 kelompok tani jagung,” ujar Menteri Suharso.

Selain itu, terkait dengan potensi energi terbarukan yang ada di Pulau Sumba kita dari Pusat tentu sangat mendukung melalui penelitian yang sementara kita kerjakan. “Karena untuk hasilkan listrik dalam jumlah yang besar, sekitar 20 Gigawatt dalam kawasan ini, maka diperlukan beberapa indikator tertentu yang harus terpenuhi, seperti lamanya sinar matahari, keterikan mataharinya, dan dimana titik inti panas yang paling baik kita peroleh.” Ucapnya.

Untuk diketahui sejak tahun 2020 Pulau Sumba dijadikan daerah percontohan untuk energi terbarukan di Indonesia. Potensi yang dimiliki Pulau Sumba sehingga menjadi daerah percontohan untuk energi terbarukan melalui program “Sumba Iconic Island”. Dimana Program “Sumba Iconic Island” merupakan wujud keberpihakan negara untuk menciptakan pemerataan pembangunan di pulau-pulau terluar dan daerah tertinggal melalui peningkatan akses energi berkelanjutan.

Baca Juga:  Warga NTT Bikin Petisi Tolak Motif Tenun Sumba Diklaim Tenunan Jepara

Sementara itu Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu yang biasa di sapa Paul Kira mengatakan Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumba Tengah merasa senang dan bangga atas kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI yang dengan tulus dan ikhlas sudah datang mengunjungi daerah kami.

“Terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada Bapak Menteri PPN/Kepala Bappenas RI yang sudah datang mengunjungi daerah kami, melalui kesempatan ini kami ingin menyampaikan kepada Bapak Menteri kiranya dapat membantu kami untuk membangun bendungan, sumur bor, embung-embung dan jaringan irigasi guna mendukung dan menunjang program food estate di tahun 2021 ini,” ucap Bupati.

“Kami memiliki potensi debit air yang sangat besar yaitu 500 liter/perdetik yang berada di pamalar, maka kami memohon kiranya dapat dibangun bendungan di pamalar,” ucap Bupati.

Baca Juga:  Perda Pertanggungjawaban APBD Ditetapkan, Bupati: Terima Kasih

Lebih lanjut Bupati menjelaskan selain food estate Sumba Tengah memiliki destinasi wisata bahari yaitu pantai 5 bidadari yang tak kalah indah, namun kendala yang dihadapi adalah akses jalan menuju ke lokasi tersebut kurang memadai.

“Jika kita mengunakan dana APBD maka pembangunannya bisa sampai 20 tahun dikarenakan anggaran yang kami miliki terbatas dan sangat kecil, mendengar hal tersebut Menteri PPN langsung menyanggupi untuk direncanakan pembangunan jalan sepanjang 25 kilometer menuju akses wisata tersebut.” Ucap Paul Kira.

Dirinya juga menyampaikan jika Sumba Tengah sedang mempersiapkan lahan guna pembangunan solar cell Energi Baru Terbarukan (EBT) yang direncanakan pembangunannya di wilayah pantai utara Sumba Tengah.

“Sebenarnya jika ada waktu kami ingin mengajak Bapak Menteri untuk melihat langsung lokasi tersebut, namun kami berharap dilain waktu, besar harapan kami untuk Bapak Menteri bisa datang kembali untuk meninjau lokasi pembangunan EBT tersebut,” tuturnya.

Jusuf Ede Paty

  • Bagikan