Menenun

  • Bagikan
Ilustrasi Tenunan Wanita NTT

Kata-kata melompat girang dalam kepala
Mengacak-acak tiap saraf
Darah mulai membeku
Tiupan angin mengundang dingin masuk ke sum-sum tulang…

Tatkala hujan deras bulan Februari
Terus menjadi tamu dalam hening prapaskah
Nada rintikannya
Merayu tangan, menarikan tinta lagi
Di atas lembaran mangkok putih…

Sesaat pena terhenti dalam tariannya
Mengingat bagaimana pedihnya ketidakadilan dan kebungkaman yang terus memeras perkecualian dimana-mana
Yang kecil dan miskin sering terkena imbasnya

Baca Juga:  "Senyum Stefania"

Sesewaktu aku hanya terpana dalam bisu
Padahal ketika itu juga kesakitan terus menyerang hatiku, sungguh…

Aku tak ingin menggenggam dan menyimpan ini sebenarnya…
Karena aku bukan tipe penyabar…

Selayaknya para perempuan desa
Yang begitu sabar memintal dan menenun benang menjadi macam motif kain
Dimana sakit punggung dan lelah disembunyikan dalam senyum
Seakan biasa saja

Baca Juga:  Puisi: Persembahan Laris Mautabana

Membuatku sadar
Mungkin kesabaran adalah doa yang secara bersamaan ditenunnya dengan sangat hati-hati…

25 Februari 2021

Karya : BL22

  • Bagikan