Masalah Listrik di Desa Tainsala Tak Terselesaikan, Jek Kolne: Pemdes PHP

  • Bagikan
Kwitansi Pembayaran Dana Swadaya masyarakat untuk pemasangan listrik

NTT-News.com, Kefamenau – Pemasangan Listrik bagi warga Desa Tainsala, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten TTU, Provinsi NTT, tidak terselesaikan dan hanya meninggalkan janji manis berakhir hampa bagi warga masyarakat.

Pasalnya pemasangan listrik bagi 460 KK di Desa Tainsala dengan Dana yang di alokasikan Pemerintah Desa (Pemdes) Rp 400 juta lebih, masih belum terpasang semua. Padahal dana yang di gunakan untuk pemasangan listrik yakni dana dari tahun 2019.

Dana Pemasangan listrik bagi warga masyarakat dari Dana Desa (DD) sebagai stimulan Rp 1.000.000 dan swadaya dari masyarakat Rp 1.600.000 sehingga dana setiap meteran adalah Rp 2.600.000.

Baca Juga:  Korupsi Dana Desa, Kades dan Bendahara Dihukum Berbeda

Namun sampai saat ini dana swadaya dari masyarakat, sudah disetor semua tapi belum semua masyarakat mendapatkan pelayanan pemasangan meteran listrik.

Salah satu Pemerhati Desa Tainsala, Yakobus Kolne mengatakan masyarakat pada umumnya sudah serahkan uang swadaya kepada pihak pemerintah Tapi sampai saat ini masih ada 20 KK yang belum dapat pelayanan dari tahun 2019.

“Yang terdaftar itu sekitar 460 KK itu dari dana Desa. Rp 1 juta itu stimulan sedangkan swadaya dari masyarakat itu Rp 1.600.000 sehingga setiap meteran itu Rp 2.600.000,” Jelas Kolne di rumahnya, Senin, (31/08/2020).

Baca Juga:  Diduga Korupsi Rp 1,3 Milyar, Kades Birunatun jadi Tersangka dan Ditahan Jaksa

Lanjut Kolne, anggaran untuk pengadaan meteran 900 watt untuk semua masyarakat dialokasikan sekitar bulan Februari tahun 2019.

“Tapi sampai saat ini sesuai data yang kita peroleh ada sekitaran 20 KK yang belum dapat layanan. Untuk dana swadaya dari masyarakat sudah stor lunas bahkan ada yang membayar lebih dari dana stimulan tapi sampai saat ini belum dapat pelayanan,” jelas Kolne.

Selain itu dirinya mengatakan, pada tanggal 6 Mei 2020 Forum pemerhati sudah berupaya mengundang Pemerintah Desa, BPD dan tokoh-tokoh masyarakat, dan masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan namun dari Pemdes hanya menjadi Pemberi Harapan Palsu (PHP) kepada masyarakat.

Baca Juga:  97 KK di Desa Lapeom - TTU Terima BLT Dana Desa

“Namun jawaban Pemdes bersama BPD mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan di pasang, dan kita tidak tau apa kendalanya sampai masyarakat sudah setor uang tapi belum diPasang,” lanjutnya.

Lanjut Kolne “Kita sudah menghubungi Penjabat Kades, tetapi jawabannya tidak pasti hanya berikan harapan palsu,” jelas Kolne lagi.

Selain itu Kolne menambahkan harapan masyarakat agar secepatnya mendapatkan pelayanan pemasangan listrik.

Penulis : Fridus Ciompah

  • Bagikan