Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Willy Lay-JT Ose Luan

  • Bagikan
Pengucapan Putusan Perkara Pilkada Belu di MK

NTT-News.com, Jakarta – Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan sengketa Pilkada Kabupaten Belu yang diajukan pasangan nomor urut 1, Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan.

Sidang Putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim MK, Anwar Usman tersebut berlangsung pada Kamis 18 Maret 2021 Siang di Jakarta.

Ketua Majelis Hakim mengatakan bahwa dalam pokok permohonan yang diajukan pemohon ditolak seluruhnya.

Baca Juga:  Pilkada Belu Panas; KPU Sahkan Paket Sehati, Paket Sahabat Menuju MK

“Majelis Hakim tidak mendapatkan bukti dan fakta yang meyakinkan telah terjadinya pengurangan suara pemohon dengan cara surat suara dinyatakan tidak sah di sejumlah TPS seperti yang didalilkan Pemohon,” kata Ketua Majelis Hakim dalam sidang pengucapan Putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi.

Selain itu, menurut MK, tidak ditemuka pula adanya politik uang dan mobilisasi massa yang dilakukan oleh pihak terkait secara terstruktur , sistematis dan masif seperti yang disampaikan pemohon. Majelis hakim menilai permohonan pemohon tidak beralasan.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Sebut DPRD Perlu Belajar lagi soal Pemanggilan Willy Lay-Ose Luan

Adapun pemohon dalam permohonannya menyebut terjadinya pelanggaran yang mengakibatkan penambahan suara untuk pihak terkait yakni pasangan calon nomor urut 2, berupa adanya pemilih tambahan dari kabupaten lain dan pemilih dengan KTP yang tidak terdaftar berdasarkan apilikasi SIAK.

Seperti diketahui, sebelumnya Perkara tersebut pemohon menyampaikan adanya dugaan kecurangan berupa pengurangan suara pemohon karena surat suara dinyatakan tidak sah yang terjadi di sejumlah TPS yakni TPS 2 Desa Maneikun, TPS 12 Kelurahan Fatubenao, TPS 6 Kelurahan Lidak dan TPS 2 Desa Naitimu.

Baca Juga:  Terkait Bocornya Data SIAK di MK, Begini Kata Kadis Dukcapil Belu

Laris/Rey

  • Bagikan