Kondisi Stunting dan Gizi Buruk di Kota Kupang Masih Tinggi

  • Bagikan
Ilustrasi Stunting

NTT-News.com, Kupang – Anak Dibawah Lima Tahun (Balita) yang menderita stunting atau gizi buruk di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat tinggi, angkanya mencapai 5.151 anak.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) IV Tp PKK kota Kupang, Jane Fransiska dalam laporan panitia Jambore Kader PKK mendukung pemerintah dalam pencegahan Stunting, Rabu, 16 September 2020 lalu mengatakan, berdasarkan data kondisi stunting di Kota Kupang masih sangat tinggi di banding target penurunan angka stunting secara nasional.

Baca Juga:  Wagub Dukung Kontribusi Danone Indonesia Cegah Stunting di NTT

Data balita stunting hasil Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (e-PPGBM) periode Februari 2020 berada pada grafik presentase sebesar 32,23 persen atau sebanyak 5.151 anak balita menderita gizi buruk dari sebanyak 15.980 anak balita yang di ukur status gizinya.

Adapun berdasarkan zona, Kecamatan Alak terdapat sebanyak 1.296 anak, Maulafa 1.252 anak, Kota Raja 529 anak, Oebobo 735 anak, Kota Lama 378 anak dan kecamatan Kelapa Lima sebanyak 961 anak yang mengalami stunting.

Baca Juga:  Wagub Dukung Kontribusi Danone Indonesia Cegah Stunting di NTT

“Jambore ini diadakan agar menghasilkan kader yang handal, agar angka stunting ke depan dapat diturunkan,” tambah Jane Fransiska.

Kader PKK dan kader Posyandu menjadi ujung tombak pencegahan dan pengentasan stunting yang di akibatkan karena masalah gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama sejak bayi dalam kandungan ibu yang tidak mengkonsumsi makanan yang bergizi. (*/rey)

  • Bagikan