Kisah Seorang Ibu Mengais Rejeki dengan Jualan Rujak

  • Bagikan
Agustina Remi Andung

NTT-News.com, Kupang – Agustina Remi Andung, Sosok ibu berparas cantik, memiliki tubuh menawan bagaikan iklan ditelevisi, memiliki sebuah kisah yang berbeda dengan sosok kalangan wanita pada umumnya, bukan cuman cantik tapi pandai meracik buah-buahan menjadi hidangan rujak yang berbeda rasa dengan menu rujak lainnya.

Pasalnya ibu yang akrab disapa Thina (40), mencari rejeki dengan cara menjual rujak agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anaknya semata wayang yang kini sementara mengembangan pendidikan S1 di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Rujak adalah salah satu menu hidangan buah yang cukup banyak diminati oleh semua orang, selain sebagai menu pencuci mulut, rujak juga sebagai menu hidangan yang bisa menyehatkan tubuh karena rujak adalah olahan hasil dari racikan buah dan bumbu-bumbu alam yang menambah selera makan.

Baca Juga:  Jagung Katemak, Makanan Khas Timor yang Anda Perlu Coba

Ibu Thina, kepada media ini via WhatsApp, Sabtu malam (13/06/2020), menuturkan Rujak adalah rajikan buah-buahan yang berasal dari berbagai jenis buah- buahan lokal di racik sehingga menjadi menu yang nikmat disantap oleh para pengunjung.

Selain itu, yang perlu diracik bukan saja buah-buahan tetapi sambal penambah cita rasa, yang di racik menjadi bumbu rujak tersebut, bumbu-bumbu racikan sambal rujak itu terdiri dari bumbu lokal seperti; Lombok, kacang tanah, rendaman air Asam juga gula lempeng dan lain-lainya.

Baca Juga:  Jangan ngaku Sudah ke Kupang Kalau Belum Coba Nikmatnya Jagung Bose

Dikisahkan bahwa awalnya Bu Thinna berjualan rujak hanya coba-coba dan mengisi waktu senggang saja,
karena awal hidup di Kota Kupang tidak tahu mau kerja apa jadi kebetulan di belakang kantor Gubernur terdapat tenda yang didominasi oleh orang – orang jualan kelapa muda saja.

“Maka saya berpikir jualan rujak pasti lebih unik karena yang jualan cuma saya sendiri,” katanya.

Selain jualan di tempat mangkal belakang kantor Gubernur, Bu Thinna biasanya jualan sistem jemput bola, langsung mengantar langsung ke peminat rujak, yang lazimnya perhari Ia mendapatkan penghasilan Rp.450.000- Rp. 600.000 dengan modal cuma Rp.100.000.

Baca Juga:  Mengais Rejeki Dengan Gurihnya Emping Jagung NTT

Bu Tina berharap, agar kaum wanita pada umumnya harus memiliki jiwa yang kreatif dan inovatif, khususnya ibu rumah tangga yang punya penghasilan pas-pasan dari suami. “Jangan pernah rasa malu buka peluang usaha, karena apapun bentuk usaha Kita yaitu ekonomi kreatif, bisa mendongkrak penghasilan juga yang notabene tidak bergantung dari penghasilan suami (mandiri),” katanya penuh harap.

Penulis : Laris Mataubana

  • Bagikan