Kelompok Usaha Gollu Rade dari NTT Meraih Juara di Event ILO PBB

  • Bagikan

NTT-News.com, SBD – Kelompok usaha Gollu Rade, Kecamatan Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya, NTT, menjadi juara satu nominasi Sosial Enterprise Business. Pasalnya kelompok usaha ini memberikan dampak sosial bagi masyarakat umum.

 

Kelompok usaha Gollu Rade menjadi salah satu kelompok yang mewakili NTT, khususnya Kabupaten Sumba Barat Daya dalam meraih kemenangan tersebut. Dan memperoleh hadiah sebesar Rp7.000.000.

 

Sementara event ini diselengarakan oleh International Labour Organization (ILO) salah satu organisasi yang berada di bawah PBB yang mensupport aktivitas Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masa pandemi sejak bulan april 2021 lalu.

 

Ketua Kelompok Usaha Gollu Rade, Soleman Wolla Mawo menyebut ada enam kelompok usaha yang masuk dalam nominasi Social Enterprise business. Diantaranya, Farm Khalifah, Gadde Ta, KTB UKM Puu Kapaka, Kelompok Usaha Gollu Rade, Noken Aniya, UKM VCO Super Noah Baun.

Baca Juga:  Tumpukan Sampah Tak Sedap berceceran di Bahu Jalan Hutan Watukagorok SBD

 

Dirinya mengaku terkejut ketika tim juri memilih kelompok usaha yang dibinanya masuk dalam nominasi Social Enterprise business, serta mendapatkan juara satu.

 

Dengan demikian, Soleman menuturkan bahwa kejuaraan yang diraih kelompoknya menjadi motivasi dalam mengembangkan kelompok usaha di desa Omba Rade itu. Bahkan, dirinya meyakini bahwa kelompok usaha yang dibinanya akan menjadi spirit kelompok usaha lainnya dalam berproses.

 

“Saya tidak pernah menyangka kalau kelompok usaha kami ini masuk dalam nominasi serta mendapatkan juara satu dan mengalahkan kelompok usaha lainnya. Hal ini merupakan kebanggaan bagi kami dan seluruh pelaku usaha di Kabupaten Sumba Barat Daya,” ucapnya ketika dihubungi media ini, Selasa (11/01/2022) via whatshap.

Baca Juga:  Serahkan Sertifikat Secara Simbolis, Bupati SBD; Mata Romu harus hadir disetiap Desa

 

Soleman menjelaskan bahwa Kelompok usaha Golku Rade bergerak dalam usaha teh daun kelor dan tepung jahe instan. Dimana usaha ini , kata Soleman dirintis karena bahan baku yang melimpah di desanya, sehingga lahirlah inisiatif dalam mengolah menjadi produk instan yang memiliki nilai jual dan bisa membantu petani dan anggota kelompok usaha dalam meningkatkan pendatapan ekonomi keluarga.

 

“keberhasil ini adalah perjuangan panjang semua anggota dan dengan keberhasilan ini menjadi spirit untuk lebih semangat dalam mengembangkan potensi dalam memanfaatkan bahan lokal yang ada,” tuturya

Baca Juga:  Kejar Target 70 Persen Vaksin Covid-19, Satgas SBD Gelar Vaksinasi Keliling

 

Dirinya berharap supaya UKM yang berada di wilayah NTT, khususnya di SBD bisa berjuang dan terus bergerak dalam mengembangkan usahanya. Ia juga berharap supaya lemerintah terus mendukung dan memberikan edukasi yang berkesinambungan guna meningkatkan semangat pelaku UKM.

 

“Saya berharap supaya kelompok usaha yang ada di NTT, khususnya di SBD juga bisa mengembangkan usahanya. Sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok kami. Dan juga saya berharap pemerintah dapat mensuport dengan berbagai cara,” harapnya.(Rian)

 

 

 

  • Bagikan