Ignasius Ubah Lahan Kosong Jadi Kebun Naga

  • Bagikan
Kebun Pohon Naga, tampak pada malam hari

NTT-News.com, Kefamenanu – Petani Buah Naga asal Desa Nunmafo Ignasius Neno Naisau yang mengelola lahan kosongnya di Desa Fatoin, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT, kini berpenghasilan ratusan juta per tahun dan kebun buah naga itu viral di Media sosial.

Ignasius Neno Naisau saat di temui Media NTT-News.com di kebun buah naga ia mengisahkan, lahan yang sekarang berpenghasilan hingga ratusan juta per tahun dan mendadak viral di medsos itu awalnya lahan kosong penuh bebatuan.

Dirinya juga mengaku termotivasi dari sebuah kelompok di Desa Nunmafo Kecamatan Insana yang juga membudidaya buah naga.

Pada tahun pertama 2017 Kata Ignasius menanam 200 pohon dengan alat secukupnya hingga saat ini kebun naga itu sudah mencapai 800 pohon naga.

Lahan seluas stengah hektar kini ia kelola dengan Masyarakat sekitar dalam bentuk kelompok Tani yakni Kelompok Anin Tahmate dan rencana ingin menanam lagi 200 pohon naga.

“Awalnya saya sendiri yang tanam, tapi sampai pertengahan saya cari teman-teman supaya berkelompok , ” Jelasnya. Sabtu, (12/06/2021) Malam di Kebun Buah Naga.

Ignasius juga mengatakan terkait dengan penghasilan per tahun kini kelompoknya meraup ratusan juta rupiah.

Pasalnya setiap tahun Kelompok Tani Anin Tahmate panen 3 sampai 4 kali panen. Setiap kali panen menghasilkan 25 hingga 30 juta rupiah.

“Ini sudah menjelang 3 tahun, satu kali panen 25 hingga 30 juta. Satu tahun panen 3 sampai 4 kali kita hitung saja itu,” jelasnya.

Pada kesempatan itu dirinya mengatakan saat ini kelompoknya mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Bahkan kelompok Tani Anin Tahmate kini sudah mendapat bantuan program electrifying agriculture proliga dari PLN Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan penyinaran tersebut untuk meningkatkan produktifitas buah naga.

Pada Kesempatan itu Ignasius juga mengaku akan pergi ke wilayah Jawa untuk mengikuti pelatihan guna meningkatkan produktifitas buah naga.

“Saya juga akan ke Jawa untuk ikut pelatihan disana,” kata Ignasius.

Pantauan media ini, penyinaran tersebut juga membuat kebun itu menjadi indah dan menarik perhatian masyarakat hingga mendadak viral di media sosial.

Ignasius pun mengaku setelah adanya penyinaran itu kini kebunnya mendapat banyak kunjungan dari berbagai pihak dan ingin memberikan bantuan.

“Pengunjung banyak dari PLN, bahkan pernah dari kantor Gubernur juga datang kami omong-omong dan mau bantu untuk tiang pohon naga cor saja,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Fatoin Kristoforus Naiaki S. Pd Kepada media ini mengatakan, pihak Pemerintah Desa setempat sangat mengapresiasi PLN yang sudah membantu Masyarakat di wilayah yang ia Pimpin guna meningkatkan produktifitas buah naga.

Selain itu Tambah Ito Naiaki Sapaan akrabnya, pihak Pemerintah juga akan terus mendorong serta memotivasi Masyarakat nya untuk semangat dalam membudidaya potensi yang ada seperti Buah naga yang menjadi bukti nyata.

“Yang pertama kami pihak Pemerintah setempat sangat mengapresiasi pihak PLN Provinsi yang telah bantu Kelompok ini untuk meningkatkan produktifitas buah naga. Kami dari pihak Pemerintah sangat mendukung dan terus berupaya memberikan motivasi kepada Masyarakat untuk kembangkan budidaya buah naga,” ungkapnya.

Fridus Ciomah

  • Bagikan