Hari Pertama Sidak, Bupati SBD Ultimatum Dinas P&K

  • Bagikan
Bupati SBD saat Sidak di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD

NTT-News.com, Kadul – Bupati Sumba Barat Daya (SBD) dr. Kornelius Kodi Mete memulai hari pertama masuk Kantor dengan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K). Disana Bupati memberikan tugas yang harus diselesaikan sejak saat itu hingga 100 hari kerja ke depan.

Tampak, Kepala Dinas P dan K kaget dengan kedatangan Bupati yang baru saja dilantik itu. Kepala Dinas tersebut mengetahui kedatangan Bupati melalui awak media lebih dahulu mendatangi kantor dinas itu.

Baca Juga:  Dugaan Pelanggaran UU ITE di SBD, Ternyata Lucky Karziba Juga Dilporkan

Melihat kedatangan para wartawan, Kepala Dinas P dan K, Yohana Lingulango memerintahkan kepada pengawas, kepala sekolah dan stafnya.

Saat Bupati tiba, kepala dinas dan beberapa staf dan kepala sekolah memberi salam kepada bupati.

Saat sidak, Bupati menyampaikan bahwa posisi saat ini banyak siswa-siswi mulai dari SD hingga SMA yang belum bisa membaca, oleh karena itu dia meminta agar Dinas Pendidikan bersama pengawas dan para guru untuk membenahi sistem pendidikan yang ada sehingga persoalan tersebut segera teratasi.

Baca Juga:  Inilah Daftar Nama Tenaga Kontrak Guru dan Kependidikan SBD

“Masih banyak siswa dari SD, SMP bahkan sampai SMA yang belum bisa baca. Apakah kamu bisa selama 100 hari kerja ke depan siswa-siswi ini bisa baca? Dalam program kerja kita 100 hari ke depan harus beres ini,” tegas bupati sembari dijawab anggukan dari pegawai yang hadir.

Usai melakukan sidak, Bupati mengatakan bahwa jika tidak mampu mengeksekusi pekerjaan yang diberikan ini akan ada sanksi mulai dari dinas, pengawas hingga kepada kepala sekolah.

Baca Juga:  Bupati Kembali Lantik Pejabat Teras SBD tingkat Eselon

“Kita tegas begini karena kita mau mutu pendidikan di SBD diperbaiki. Sekolah-sekolah kita dari sisi jumlah sudah makin banyak di SBD, jangan jumlahnya saja tambah tetapi kualitasnya menurun. Kualitas harus seimbang dengan kuantitas fasilitas pendidikan yang ada. Tidak mampu kita ganti,” tegasnya.

Penulis : Jusuf EP

  • Bagikan