GMNI Desak BPMPD Benahi Manejemen Pengelolaan Sari Tani

  • Bagikan
Ketua DPC GMNI Cabang Kefamenanu, Marselinus Tfaitob
Ketua DPC GMNI Cabang Kefamenanu, Marselinus Tfaitob
Ketua DPC GMNI Cabang Kefamenanu, Marselinus Tfaitob

NTT-News.com, Kefamenanu – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu mendesak Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Timor Tengah Utara (TTU) untuk segera membenahi manejemen pengelolaan program unggulan Desa Mandiri Cinta Petani (SARI TANI) dari Pemerintahan DUBES.

“GMNI meminta Kepala BPMPD untuk segera membenahi manejemen pengelolan Program unggulan Raymundus Sau Fernandes dan Aloysius Kobes yang selama ini GMNI menilai pengelolaannya macet,” tandas Ketua DPC GMNI Cabang Kefamenanu Marselinus Tfaitob saat melakukan audience bersama BPMPD di Ruang Kerja Kadis BPMPD TTU, Jumat 07 Oktober 2016.

Baca Juga:  Dua ASN di TTU, Diduga Terlibat Politik Praktis

GMNI menilai, persoalan yang sangat fatal adalah kesejahteraan Pendamping yang belum diperhatikan secara optimal sehingga dalam menjalankan tugas pendampingannya belum maksimal.

“Masalah yang paling fatal menurut GMNI itu adalah kesejahteraan pendamping yang selama ini tidak diperhatikan secara optimal, bagaimana program mau sukses kalau orang yang menjalankan program tersebut kesejahteraannya tidak diperhatikan,” ujar Marsel.

Baca Juga:  Peringati Hari Buruh Internasional, LMND Gelar Aksi Demo

Adapun masalah lain yang menjadi sorotan GMNI adalah Pendamping Sari Tani yang jarang ke desa bahkan sampai berbulan-bulan dan Pendamping Sari Tani yang tidak pernah menjelaskan atau mensosialisasikan program Sari Tani kepada masyarakat.

“Pendamping Sari Tani juga jarang ke desa, bahkan ada pendamping yang sampai setahun pun tidak pernah ke desa dan banyak pendamping yang ke desa pun itu hanya sebatas tanda tangan laporan dan absen,” jelasnya.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Masyarakat Antar Dubes di KPU TTU

Disamping itu, Kadis BPMPD Robertus Nahas, berjanji akan menindaklanjuti beberapa sikap GMNI secepatnya. “Saya sebagai Pimpinan Dinas terkait yang melaksanakan Program Unggulan Sari Tani ini akan menyikapi beberapa sikap yang sudah GMNI sampaikan dan akan menindaklanjuti sesuai dengan Juknis pengelolaan Program Sari Tani ini, terkait pendamping yang jarang ke Desa kita akan putuskan kontak kerjanya dan kita akan gantikan dengan orang yang benar-benar mau bekerja,” jawabnya. (Peter)

  • Bagikan