Filsuf Lingkungan Hidup Asal TTU Ungkap Desa Manumean Bisa Menjadi Sumber Listrik

  • Bagikan
Filsuf lingkungan Hidup, Frederikus Fios, S.Fil, M.Th

NTT-News.com, Kefamenanu – Memperingati Hari Lingungan Hidup (HLH) tahun 2021 Filsuf Lingkungan Hidup sekaligus akademisi asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Dr. Frederikus Fios, S.Fil.,M.Th dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta, guna memperingati hari lingkungan hidup dirinya mengatakan, pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu mendukung dan menerapkan pola serta pendekatan pembangunan yang ramah lingkungan.

Fokus pada penggunaan potensi sumber daya alam lokal NTT untuk mewujudkan visi energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy. NTT kaya akan sumber daya alam khususnya angin dan panas surya yang bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di Timor.

Baca Juga:  Walhi NTT Kecam Aksi Penghancuran Hutan Rakyat

Pemerintah dan PLN, katanya, harus berani ambil kebijakan yang meminimalisir energi fosil dan memaksimal sumber-sumber EBT. Hal ini perlu diperhatikan agar pemerintah NTT dapat berkarakter ramah lingkungan.

“Saya tekankan hasil penelitian dan kajian sementara menunjukkan NTT khususnya Pulau Timor kaya akan SDA. Kita harus manfaatkan untuk kemajuan masyarakat dan kesejahteraan warga NTT,” ujarnya melalui pesan WhatsAp pada Sabtu (05/06/2021).

Baca Juga:  Walhi Antisipasi Upaya Penjarahan Sumber Daya Alam Dalam Politik Elektoral di NTT

Pria asal Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) itu mengemukan hasil penelitian bersama timnya bahwa ada potensi angin di wilayah Desa Manumean, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ada potensi 20 Megawatt angin yg dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, membuka lapangan kerja dan peluang dibangun Pusat Listrik Tenaga Bayu (PLTB) potensi 20 Megawatt di TTU.

Baca Juga:  Peringati Hari Lingkungan Hidup WALHI NTT Rekomendasikan 6 Hal Bagi Pemprov

“Pemerintah TTU harus fokus memperhatikan pembangunan yang ramah lingkungan dengan berdayakan potensi di desa-desa yang ada untuk menumbuhkan ekonomi tanpa merusak alam. Perhatikan politik yang ekologis dan ekonomi yang ekologis,” tandasnya.

Laris Mataubana

  • Bagikan