DPP GMNI: Destinasi Wisata SBD Menuju Pertumbuhan Ekonomi

  • Bagikan
,Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI), bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Imanuel Mou Dollu

NTT-News.com, Tambolaka – Destinasi wisata kabupaten Sumba Barat Daya bisa dijadikan wadah untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal. Pasalnya, keindahan padang sabana, danau, pantai, air terjun dan hutan, sudah memantik rasa empatik wisatawan lokal dan non-lokal untuk berkunjung.

Hal di atas dikatakan oleh,Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI), bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Imanuel Mou Dollu, pada selasa(12/12/2020), ketika ditemui wartawan media ini.

Imanuel menjelaskan bahwa eksotik wisata Sumba Barat Daya memiliki keindahan yang mendunia perlu dijaga dan ditata. Menurut Imanuel, launching live in Asidewi Award tahun 2020 desa wisata di Kabupaten Sumba Barat Daya yang mendaulat kampung adat ratenggaro di Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, sebagai desa wisata adat terbaik di NTT menjadi kebanggaan masyarakat SBD. Momen itu perlu disambut baik oleh masyarakat Sumba Barat Daya. Sehingga, pengembangan potensi desa wisata dapat bertumbuh drastis.

Baca Juga:  Jelang Pasola, Petugas DLH Sumba Barat Bersihkan Jalan Pariwisata

“Ya, saya sangat apresiasi atas kemenangan kampung ada ratenggaro yang dicetus sebagai desa wisata adat Award Asidewi tahun 2020 beberapa minggu lalu. Ini bertanda baik bagi masayarakat desa dalam menangkap peluang peningkatan ekonomi,” jelas Imanuel.

Lebih lanjut, Dirinya menjelaskan bahwa pemberdayaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu diperhatikan. Sehingga kreatif masyarakat desa menjemput “bola panas” bisa efektif.

Baca Juga:  Konfercab DPC GMNI Waingapu Ke-VIII, DPP GMNI; Berdemokrasilah dengan sehat

Imanuel juga menyarankan agar bisa disediakan pemandu atau guide guna mendampingi wisatawan menjelajah kampung adat wisata Ratenggaro. Hal tersebut beralasan karena para pengunjung bukan hanya menikmati keunikan kampung adat tetapi juga dapat mengerti sejarah dan arti filosfis rumah adat di perkampungan itu.

“seharusnya disiapkan tenaga kusus atau guide yang mendampingi wisatawan dalam menjelaskan sediikit historis kampungvadat itu. Dan juga, guna meningkatkan pendapatan, masayarakat harus didampingi dalam penguatan kapasitas terkait ekonomi kreatif itu sendiri,” ujar Imanuel.

Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lewat desa wisata, kata Imanuel, masyarakat harus kreatif mungkin dalam menawarkan barang khas lewat kerajinan tangan Sumba yang mempunyai nilai karismatik. Dengan demikian, Ketrampilan masyarakat desa Bondo Maliti Ate akan mendatangkan keuntungan yang luar biasa. Dirinya mengharapkan supaya aksisoris yang dipasarkan juga menjadi ole-ole khas SBD yang bisa dikembangkan .

Baca Juga:  DPC GMNI SBD Tolak Penerbitan SK Kemenkumham Arjuna sebagai Ketua DPP GMNI

“coba saja ada yang menyiapkan warung kopi, dan kain adat untuk disewakan kepada wisatawan dengan daya tawar yang terjangkau, itu juga membantu mendatangkan keuntungan, kan, ketika wisatawan selfi backroundnya adalah rumah adat, jadi mereka(wisatawan) mengenakan pakaian adat lagi lebih kelihatan anggun lagi. Selain itu nilai budaya dalam berbusana adat juga tetap terjaga,” tutup Imanuel. (Rian)

  • Bagikan