Dituding Minta Uang ke Bupati, DW Ancam Polisikan Wartawan

  • Bagikan
Pengacara Kawakan NTT, Fransisco Bernando Bessi

NTT-News.com, Kupang – Pemimpin Redaksi (Pemred) suaranusabunga.com, DW mengancam akan mempolisikan wartawan korantimor.com, suaraflobamora.com dan mediaflores.com dan Delegasi.com terkait pemberitaan “Bawa nama Gubernur, Oknum Wartawan di Ende Minta uang ke Bupati”.

“Saya merasa sangat dirugikan dan saya akan polisikan keempat wartawan tersebut, karena menulis tanpa ada fakta,” kata DW kepada wartawan di Kupang.

Dia menjelaskan dalam screenshot WA tidak ada nama DW, tapi mereka sudah menyatakan itu adalah DW.

Baca Juga:  Bupati: Dengan Internet Bisa Jadi Sarjana Sambil Bertani

Dia juga mempertanyakan judul berita yang menyatakan dirinya mencatut nama Gubernur. “Dimana saya catut nama gubernur itu. Saya tidak mengatas nama gubernur untuk menekan Bupati dari isi WA, jika itu wa dari saya,” tandasnya.

DW mengaku telah konfirmasi langsung ke Bupati Ende bahwa beliau tidak meneruskan WA DW kepada siapapun.

“Jika ada WA minta bantuan Bupati, itu hal yang biasa saja, karena kami adik-kakak. Ya wajar saja. Kenapa orang lain yang persoalkan. Saya buktikan dengan WA dari Bupati,” tegasnya.

Baca Juga:  Perjuangan Ansy Lema di Senayan Soal Kedaulatan Pangan Didukung Petani NTT

Salah satu pengacara Kota Kupang, Fransisco Fernando Besie menyesalkan tulisan di dua media online itu, karena dia menilai tulisan itu hanya akal-akalan untuk menyudutkan orang lain.

“Berita itu tidak masuk akal. Judulnya lain, isinya lain. Wartawan tidak boleh begitu. Ini berita akal-akalan, dan jangan menyudutkan orang lain,” katanya.

Menurut dia, WA antara masyarakat dan pimpinam daerah (Bupati) adalah hal yang biasa. Menjadi tidak biasa, jika pembicaraan itu di screenshot lalu dibuatkan menjadi berita.

Baca Juga:  PIA dan Komunitas 1000 Guru Kunjungi Sekolah Darurat

“Harus dicari siapa yang membuat hal tersebut. Karena pastinya Bupati dan keluarga tidak nyaman atas pemberian itu,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan pencatutan nama Gubernur yang ditulis dalam berita tersebut.

“Dari screenshot WA sama sekali tidak membawa nama gubernur. Kecuali ada WA yang bawa nama gubernur lalu ancam-ancam,” tandasnya.***

  • Bagikan