Ditetapkan KPU Belu, Ini 5 Program dan Janji Hibah Tanah bagi Warga Eks Timor Leste

  • Bagikan
Penetapan Bupati Belu ditetapkan KPU

NTT-News.com, Atambua – Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Belu dr. Agus Taolin dan Aloysius Haleserens (AT-AHS) dengan tagline Sehati resmi ditetapkan komisi pemilihan umum (KPU) kabupaten Belu sebagai calon bupati dan wakil bupati Belu terpilih hasil Pilkada Belu 2020.

Penetapan AT-AHS sebagai calon bupati dan wakil bupati Belu terpilih oleh KPU Belu digelar dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu terpilih tahun 2020 di Aula Hotel Matahari, Senin (22/03/2021).

Pasangan AT-AHS yang terkenal dengan slogan Perubahan itu maju Pilkada Belu 2020 dan diusung oleh Partai NasDem, partai Golkar, partai PKB, partai PKS dan partai PKPI.

Kedua paslon yang merupakan kolaborasi antara dokter dan birokrat itu menawarkan lima (5) program unggulan dan janji hibah tanah untuk warga baru (warga eks timor-timur) yang masih menempati lahan pemerintah khususnya di depan Bandara A.A Bere Tallo Atambua.

Lima program unggulan dan janji hibah tanah itu disampaikan AT-AHS saat berkampanye Pilkada Belu 2020 lalu.

Baca Juga:  Gubernur NTT Resmi Hibahkan Tanah Haliwen Untuk Warga Eks Timor Leste

Pasangan calon bupati Belu terpilih, dr. Agus Taolin sebelumnya mengatakan pihaknya menawarkan program pengobatan kesehatan gratis dengan cukup menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) jika nantinya menang atau didaulat dan diberi kepercayan oleh rakyat untuk memimpin Belu.

“Program prioritas atau unggulan kami Paket AT-AHS di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) salah satunya adalah sehat untuk semua yaitu pelayanan kesehatan gratis dengan menggunakan KTP,” papar dr. Agus di hadapan tim dan para pendukungnya di Seketariat Rumah Perubahan, Selasa (23/06/2020) yang lalu.

Selain pengobatan gratis, AT-AHS juga menawarkan program dibidang pendidikan dengan mendorong atau menjamin siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di setiap jenjang secara gratis melalui beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Setelah sehat orang Belu harus pintar. Pemerintah akan mendorong dan menjamin anak-anak Belu untuk melanjutkan pendidikannya secara gratis dengan memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP),” katanya.

Lebih lanjut Agus Taolin mengemukakan, pihaknya juga menawarka program prioritas atau unggulan di bidang ekonomi yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi tanaman umur pendek (sesuai potensi wilayah setempat) untuk mendukung kebutuhan pokok dan pendapatan masyarakat dengan mengolah lahan petani, menyiapkan bibit unggul dan pupuk secara gratis.

Baca Juga:  Pesan Mantan Bupati Belu untuk dr. Agus Taolin dan Aloysius Haleserens

“Termasuk mengembalikan kejayaan sapi Timor, bukan sapi impor dan harga komoditi yang bersaing dengan dukungan Pemerintah Kabupaten,” papar AT.

Sementara untuk bidang infrastruktur, pihaknya akan concern menyediakan air bersih di perkotaan dengan mengoptimalkan layanan PDAM di 12 Kelurahan (50% dari 322RT/73RW). Sedangkan di pedesaan, satu dusun satu sumber air (50% dari 411 dusun).

Lebih lanjut Agus Taolin mengatakan, AT-AHS juga memiliki tawaran program prioritas dan unggulan rumah layak huni bagi warga Belu yang tidak mampu.

“Perbaikan rumah layak huni sederhana bagi masyarakat tak mampu dengan subsidi Rp. 20juta per rumah. Begitupun perbaikan reformasi birokrasi, hukum dan HAM termasuk budaya dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Masih sebelumnya, dr. Agus juga dalam kampanye di Karantina-Haliwen (Depan Bandara), Lesupu, Kelurahan Manumutin saat itu menjanjikan untuk menghibahkan lahan milik pemerintah kepada warga baru (warga eks timor-timur) yang sudah menempati lahan tersebut sejak eksodus tahun 1999 jika dirinya terpilih sebagai bupati Belu.

Baca Juga:  Julie Laiskodat Serukan Berantas Stanting Dan Gizi Buruk dari Perbatasan Belu

Dokter Agus menegaskan, hibah tanah depan Bandara tersebut sudah ia sampaikan dan dijawab Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat jika dirinya terpilih dan menjabat bupati Belu.

“Jadi saya masuk sudah melihat langsung kondisi (tempat tinggal) sebagian besar warga eks timor-timur. Karena itu saya sudah bicarakan dengan Pak Gubernur bahwa, Pak Gubernur, orang kita dari eks timor-timur sejak 1999 tinggal di lahan milik propinsi ini, lahan ini juga tidak dimanfaatkan, untuk apa banyak lahan propinsi ini. Bisa tidak setelah kita jadi bupati kita urus lahan ini supaya sebagian dihibahkan ke mereka (warga eks timor-timur) sehingga urus sertifikat dan mereka menetap di sini. Jawab Pak Gubernur, nanti setelah jadi Bupati kita akan urus di sana (Propinsi) hingga Jakarta untuk mendapat perumahan dan lain-lain,” kata dr. Agus kala itu.

Laris Mataubana

  • Bagikan