Disperindag NTT Ancam Cabut Ijin Pejual Apel Terlarang

  • Bagikan
Apel Granny dan Apel Galla
Apel Granny dan Apel Galla

NTT-NEWS.COM, Kupang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengancam akan mencabut ijin usaha untuk pelaku usaha seperti toko, mall dan kelompok usaha lainnya yang ditemukan menjual apel Granny dan Galla.

“Kami akan mencabut ijin operasi toko atau mall yang kedapatan menjual apel granny dan apel galla,” kata Kepala Dinas Perindag NTT Bruno Kupok, Selasa, (10/2).

Baca Juga:  Rektor UKAW Kupang Resmi Kukuhkan Pengurus Ikatan Alumni

Hasil razia yang dilakukan Perindag bersama instansi terkait lainnya ditemukan 30 kilogram (kg) apel Granny dan Galla di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kupang. “Apel itu saait ini telah diamankan untuk diteliti BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), hal itu dilakukan agar tidak dibeli konsumen,” ujarnya.

Baca Juga:  Sebarkan Foto Bugil Mantan Pacar, HT Diamankan Aparat

Atas dasar itu, katanya, perindag NTT terus melakukan pengawasan agar para pedagang buah tidak menjual apel Galla dan Granny smith yang diduga mengandung bakteri berbahaya.

Dia berjanji akan menindak tegas pedagang buah-buahan dan distributor yang masih menjual apel impor asal Amerika Serikat itu. Dia mengancam akan mencabut ijin usahanya. “Masyarakat harus mengawal peredaran kedua jenis apel itu,” katanya.

Baca Juga:  Warga Kota Kupang Temukan Bom Aktif

Terhadap apel yang telah diamankan BPOM, Kepala Dinas Perindag menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium oleh BPOM sendiri. “Kami masih menunggu hasil penelitian BPOM, apabila terbukti maka akan di musnahkan apel-apel itu,” katanya.***

  • Bagikan