Dirgahayu SMA N Lurasik Ke 17, Kepsek Minta Staf Pengajar Sebagai Motivator dan Inspirator

  • Bagikan
Kepala SMA N Lurasik

NTT-News.com, Kefamenanu – Dirgahayu Sekolah Menengah Atas Negeri Lurasik (SMANLUR), yang ke 17, kepala sekolah meminta dukungan dari sejumlah elemen-elemen terkait dalam membenah sekolah ini ke arah yang lebih baik dan bermutu lagi.

Hal ini disampaikan kepala sekolah SMA N Lurasik, Horonimus Safe, S. Pd, M. Pd kepada media ini, Sabtu (15/08/2020), di ruang kerjanya.

Dalam penyampaian beliau menuturkan bahwa “ritual adat ini sebagai ungkapan syukur dan terimaksih kepada alam dan pemilik tempat ini, serta sebagai wujud budaya khususnya orang biboki dan TTU pada umumnya, serta sebagai pedoman nilai-nilai kebudayaan dalam pendidikan” Tuturnya.

Baca Juga:  Kepsek SMAN 7: BDR Masih Terus Berlansung

Budaya kuat maka pendidikan juga kuat, pendidikan kuat maka budaya juga kuat, karena kalau kita melihat budaya dan pendidikan ini bersinergi”. Jelasnya Tegas.

Bapak yang akrab disapa Hiro ini menambahkan bahwa, SMA Negeri Lurasik ini sudah terkenal akan tetapi perlu adanya pembenahan karakter agar bisa lebih bermutu lagi, karena pendidikan itu dinamis bukan statis.

Baca Juga:  Puskesmas Lurasik adakan Sosialisasi dan Pemeriksaan di Smanlur

“Jadi untuk para staf pendidik perlu menjadi motivator dan inspirator sehingga bisa agar dapat mengubah karakter peserta didik yang bermutu” Pungkasnya.

Sistem pendidikan di Indonesia terus berubah-ubah jadi yang saya minta adalah peserta didik perlu meningkatlan kinerja mereka dengan cara belajar tanpa henti, sedangkan bagi para staf pengajar perlu adanya peningkatan kinerja dengan cara menjalankan tugas tanpa beban, dalam artian tetap sebagai motivator dan inspirator bagi peserta didik.

Baca Juga:  OSIS SMA Taekas Lakukan Kegiatan LDKS di Sekolah

Dirinya sangat mengharapkan diusia yang ke 17 ini kedepanya SMA N Lurasik menjadi Sebuah lembaga yang bermutu dan memiliki nama khususnya di Biboki dan TTU pada umumnya, sesuai dengan perkembangan dengan cara adanya kerja sama semua komponen pendidikan terkait bukan hanya guru dan peserta didik tetapi juga orang tua dari peserta didik.

Penulis : Laris Mataubana

  • Bagikan