Dibina Bank NTT, Ekonomi Desa Napan Mulai Menggeliat dengan Aneka Produk Menarik

0
285
Papan Nama Desa Binaan Bank NTT di Desa Napan Perbatasan RI-RDTL

NTT-News.com. Kefamenanu – Kontribusi Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT begitu nyata untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah Perbatasan Republik Indonesia dan Tepublik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL).

Salah satu desa yang merasakan kontribusi Bank NTT ini adalah desa Napan sebagai salah satu Desa Binaan Bank NTT di Kabupaten Timor tengah Utara (TTU). Desa ini adalah sebuah desa yang sebelumnya dikenal desa yang kumuh dan sangat terpencil.

Namun setelah perhatian Pemerintah RI dimasa kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo desa ini bagai disulap dengan dibangunnya Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLBN).

Baca Juga: Bank NTT Persembahkan Dedikasi Award 2022 untuk Prime Customer, Berikut Daftar Pemenang Kompetisi

Ketika itu, Bank NTT mulai masuk dengan berbagai program binaannya bagi nasabah dan kelompok usaha kecil dan menengah agar ekonomi warga desa Napan menjadi makin bagus dengan ditunjang hadirnya PLBN tersebut.

Pada tahun 2022 ini, Desa Napan menjadi salah satu desa binaan Bank NTT yang masuk dalam penjurian Festival Desa Binaan Bank NTT karena kekayaan aneka produk hasil karya masyarakat Desa Napan.

Pada Kamis 17 November 2022 lalu, juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Stenly Boymau berkunjung ke Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara Kabupaten TTU.

Baca Juga: Bank NTT Persembahkan Dedikasi Award 2022 sebagai Terimakasih kepada Nasabah

Desa Napan merupakan satu dari empat desa lainnya yang menjadi peserta Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD tahun 2022. Setibanya di lokasi, Kamis petang, puluhan warga sudah menanti.

Hadir Marselus Siki, kepala desa setempat, Antonius Anton yang adalah pemilik IKM Suka Maju Desa Napan serta beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Juri disambut seara adat di halaman rumah Antonius Anton yang merupakan pusat penjualan hasil produksi warga Desa Napan, dikalungi selendang, serta dilanjutkan dengan prosesi sapaan secara adat.

Dalam sapaannya, Kades Marselus Siki menyampaikan selamat datang dan juga berterimakasih atas dipilihnya Napan menjadi peserta dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Bank NTT ini.

Baca Juga: Nyonya Bumi Indah asal SBD kembali Raih Penghargaan Bergengsi sebagai Prime Customer Bank NTT 2022

“Kontribusi Bank NTT benar2 nyata bagi kami, karena beberapa saat yang lalu, desa ini menjadi sebuah perkampungan yang kumuh dan terkesan terpencil, namun setelah Pak Jokowi membangun PLBN disini, ditambah lagi dengan Bank NTT yang mendampingi sehingga Napan kini sudah semakin baik. Desa ini sudah jauh berubah,” tegasnya.

IKM Suka Maju menurutnya sudah cukup berkembang setelah didukung Bank NTT, kini sudah banyak minuman fermentasi jahe maupun pisang, serta aneka kerajinan lainnya.
Bahkan IKM sudah berkontribusi pada PAD desa setempat.

Putaran Roda ekonomi di Napan sudah semakin lancar, apalagi tidak sedikit pengunjung PLBN yang mampir ke IKM tersebut dan berbelanja.

“Beginilah kondisi kami sekarang, sudah jauh berubah dibanding sebelumnya. Dulu Napan hanyalah sebuah desa kecil, namun sekarang kami sudah menjadi sebuah desa yang putaran roda ekonominya baik,” tegas Siki.

Baca Juga: KONI dapat Donasi Dana CSR Rp 500 Juta Bank NTT

Tak hanya itu, Antonius Anton mengisahkan, dia memulai usahanya pada awal tahun 2010. Saat itu dia merintis usahanya dengam meracik aneka minuman herbal dan anggur fermentasi jahe serta pisang.

“Saat itu saya racik hanya untuk konsumsi gratis warga. Setiap tamu yang mampir, saya suguhi. Lama-lama mereka katakan suka, dan saya mulai produksi skala besar. Itu di tahun 2013, dan atas dukungan Bank NTT, usaha saya kini sangat maju,” tegas Antonius sembari menunjuk puluhan jenis produk yang dihasilkan.

Ada anggur fermentasi jahe dan pisang yang kadar alkoholnya 11 %, ada juga madu batu dalam kemasan kecil, aneka makanan ringan dengan bahan baku yang dihasilkan warga setempat.

Seperti keripik singkong, keripik talas, jagung bunga, kue rambut, ramuan herbal rematik dan berbagai penyakit kulit, minyak urut untuk penyakit kulit, serta banyak jenis produk khas Napan.

Pemerintah desa Napan pun membentuk sejumlah kelompok tenun, beranggotakan ibu-ibu rumah tangga di desa setempat, dan setiap hasil produksinya dijual di pusat penjualan yang terletak di halaman rumah Antonius Anton.

Baca Juga: Gelar Rapat Koordinasi, KPK Beri Pesan Ini Ke Bank NTT

“Kami punya tenunan yang coraknya beaneka ragam. Semuanyaa hasil karya ibu-ibu di Napan. Kami bersyukur karena usaha kami kian maju, keuntungannya jutaan rupiah dan dari usaha ini, banyak menghidupi rumah-rumah tanggaa disini, dan anak-anak kami pun bis kuliah,” tegas Anton yang usai menerima tim juri di rumahnya harus segera ke Kupang menghadiri wisuda anaknya pada Jumat (18/11) pagi.

“Anak saya bisa menamatkan kuliahnya dari usaha ini,” tegasnya dengan wajah gembira.

Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Fridolina M.M Faturene saat itu menjelaskan, Napan adalah satu dari empat desa lainnya yang mengikuti Festival Desa Binaan Bank NTT.

“Kami mempersiapkan desa ini menjadi peserta festival, karena usaha kreatif masyarakat disini cuku0 variatif dan berkembang. Napan adalah sebuah destinasi pariwisata, karena disini ada PLBN, sehingga tempat usahanya kami dampingi, dan hari ini mereka boleh bertumbuh menjadi desa yang cukup berhasil,” tegasnya menambahkan, Bank NTT memfasilitasi kelompok ini, sehingga setiap transaksinya menggunakan kanal yang disiapkan oleh Bank NTT.

Sementara Stenly Boymau saat itu memberi apresiasi atas berbagai terobosan yang sudah dilakukan oleh pemerintah desa Napan dan IKM Suka Maju yang dipimpin Antonius Anton yang kini sudah semakin maju.

Baca Juga: Nyonya Bumi Indah asal SBD kembali Raih Penghargaan Bergengsi sebagai Prime Customer Bank NTT 2022

“Jika di Agustus kemarin, saya mendapat cerita bahwa desa ini masih belum begitu bergeliat kelompok usahanya, namun dalam waktu dua bulan, perubahannya sangat drastis. Hampir 100 persen. Tempat usahanya sudah bersih, sehat, penataan produk yang dijual pun sudah bagus, belum lagi setiap produk memiliki packaging yang menarik,” tegas konsultan Bank NTT.

Baginya, sebaik apapun kualitas produk yang dijual, jika dimasukkan dalam wadah yang kurang menarik, maka akan berpengaruh pada daya beli konsumen.

Apalagi, Bank NTT sudah memfasilitasi pelaku usaha dengan mendesain wadah yang bagus, menarik, serta membantu dari sisi perijinan, labelisasi, maupun sertifikasi oleh lembaga yang bertanggungjawab.

“Nah labelisasi serta sertifikasi ini menjadi garansi tentang kualitas produk yang kita jual. Orang lain menganggap ini sepele, namun sebenarnya penting,” ujarnya.

Dia menyarankan agar IKM Suka Maju terus meningkatkan produktifitasnya, semakin memperluas jangkauan pemasarannya, serta menjalin komunikasi dengan PLBN Napan agar produk mereka pun masuk ke sana.

“Napan sebagai etalase Bangsa Indonesia harus dimanfaatkan. Produk-produk tenunan yang dihasilkan harus didesain agar ramah terhadap milenial. Misalnya ada anting, gelang, serta aneka produk lainnya berbahan dasar tenun. Sehingga tenun tidak saja dijual selembar utuh, melainkan dipotong kecil-kecil dan didesain dalam beraneka bentuk, tentu akan mendatangkan keuntungan yang lebih,” pungkasnya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini