Chistian Taka Sebut Populasi Kuda SBD Berkurang Berdampak pada Pasola

  • Bagikan
Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka bersama Istri di lapangan Pasola Homba Kalayo, Kodi Bangedo

NTT-News.com, Kodi Bangedo – Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka menyebut Kuda di daerahnya semakin berkurang bahkan terancam punah. Hal tersebut terjadi karena adanya penjualan ke luar Pulau Sumba.

Menurut lelaki yang akrab disapa Chris Taka, Populasi kuda di SBD sangat berpengaruh dari sisi pariwisata khususnya Pasola bahkan dari ekonomi kerakyatan ikut berpengaruh. Baginya Kuda jika itu dikelola dengan baik di setiap destinasi-destinasi tertentu bisa menghasilkan uang sebagai alat transportasi yang bisa menghasilkan uang, bukan dengan cara menjual.

“Padahal tak dapat dipungkiri sejak dari dulu Kuda merupakan ikon dan kebanggaan masyarakat Sumba khusus nya di SBD ini. Sangat berpengaruh besar dan populasinya yang hingga saat ini menurun itu sangat mengganggu dan sangat berpengaruh negatif populasinya yang terancam menurun,” tutunya, Sabtu (15/2) di lapangan Pasola Homba Kalayo.

Baca Juga:  Ini Jadwal Pasola 2019 di Sumba Barat Daya

Dia menyampaikan bahwa dimasa kepemimpinan duet Kornlis-Chris Taka, persoalan populasi Kuda sebagai Icon orang Sumba, akan dibahas bersama dengan sejumlah stakeholder di daerah ini untuk sepakat menghentikan ekspor atau mengantar Pulaukan ternak Kuda baik jantan maupun betina.

“Tadi Pasola kita sangat rugi, adalah sedikit kekesalan dari wisatawan domestik maupun dari mancanegara karena kurang semaraknya pesta Pasola Homba Kalayo akibat populasi kuda yang menurun dan sangat terbatas dan itu kita merasa rugi,” tuturnya.

Baca Juga:  Tonton Langsung Pasola, Putri Wajah Pesona Indonesia Beri Saran

“Untuk sementara waktu selama kepemimpinan Saya bersama bupati, kami akan membatasi proses jual kuda ke luar pulau Sumba khususnya yang ada di SBD dan kalau kita batasi selama 5 tahun saja terasa bahwa populasi kuda akan meningkat kembali. Kami sudah punya kiat-kiat sendiri untuk menjaga populasi ternak kuda atau memelihara ternak kuda untuk kegiatan pasola seperti saat ini, Dan saya yakin ke depannya akan putus salah satu mata rantai kekurangan Kuda di Kodi dalam sisi ritual adat Pasola seperti saat ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Dukung Festival Budaya Pasola 2020, Telkomsel Perkuat Jaringan di Wanokaka

Dia katakan, apalah gunanya diadakannya upacara Nyale kalau tanpa ada pasola atau pesta berkuda dan apalah gunanya Pasola tanpa Kuda yang memadai, “Karena itu kita semua bagian yang tak terpisahkan Jadi kita harus jaga populasi ternak kuda yang semata-mata untuk mempertahankan ikon wisata SBD agar jangan hilang dan masih dapat dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” tandasnya.

Penulis : Jusuf Ede Pati

Editor : Rey Milla

  • Bagikan