Kepala SAR Mataram I Nyoman Sidakarya mengatakan kapal kargo itu tenggelam karena dihantam ombak laut yang mencapai ketinggian dua meter. Kapal yang berisi bahan bangunan dan pakan ternak tersebut karam setelah diterjang ombak di perairan Selat Bali.

Dari 14 anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal, 7 orang dilaporkan selamat, sedangkan 7 orang lainnya belum ditemukan.

Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengatakan bahwa tim SAR Mataram akan membantu melakukan pencarian ketujuh korban kapal KM Multi Prima yang hilang.

“Kapal RB 220 Mataram akan digerakkan membantu pencarian,” kata Lanang melalui pesan singkat, Minggu seperti dilansir Tribunlampung.com.
Lanang menyebutkan, tim penyelamat yang menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk pencarian 7 ABK KM Multi Prima yang masih belum ditemukan.

Sebelum tenggelam, KM Multi Prima 1 tersebut sempat memancarkan kode bahaya sebanyak dua kali saat berada di selat Bali. Kode ini kemudian diterima oleh nahkoda KM Cahaya Abadi 201. Namun begitu sampai di titik di mana KM Multi Prima 1 memancarkan kode, kru KM Cahaya Abadi 201 menemukan serpihan barang dari kapal di sekitar lokasi.

Mereka juga menemukan 7 ABK yang terombang-ambing di lautan dengan mengenakan jaket pelampung berteriak meminta tolong di Pulau Kapoposang, Bali.

Tujuh ABK itu kemudian dievakuasi. Mereka mengalami lemas dan syok berat. Sedangkan sisanya belum ditemukan hingga kini. ABK KM Cahaya Abadi juga menurunkan kapal sekoci untuk mencari ketujuh ABK lainnya, namun hasilnya nihil. Usai melaporkan kejadian ini ke pihak syahbandar Bali dan Polair, KM Cahaya Abadi melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo dan tiba di pelabuhan, Sabtu (24/11).

Kapolres Probolinggo AKBP Edwwi Kurnianto mengaku pihaknya hanya membantu mengevakuasi ketujuh ABK yang berhasil diselamatkan KM Cahaya Abadi.

“Betul, 7 korban ABK KM Multi Prima kapal barang tujuan NTT tenggelam diselamatkan KM Cahaya Abadi yang akan berlabuh di sini. Kita akan melakukan evakuasi dan penanganan medis 7 korban” ujar Edwwi.

Salah satu sumber NTT-News.com, mengatakan bahwa kapal bermuatan barang-barang itu merupakan kapal milik pengusaha di Sumba Timur Nusa Tenggara Timur. Kapal tersebut dari Surabaya mengangkut barang menuju Pelabuhan Waingapu Sumba Timur. (Tribun/rm)