Bupati Sumba Tengah Target Bebas Stanting Tahun 2023

  • Bagikan
Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu saat mengikuti Germas di Lenang

NTT-News.com, Waibakul – Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S.K. Limu berterkat keras untuk menurunkan angka stanting di tahun 2023 mendatang hingga nol persen. Hal ini disampaikan saat melauching Gerakan Hidup Sehat (Germas) di Desa, di Puskemas Pahar Desa Lenang Kecamatan Umbu Ratu Nggay.

Dia mengatakan, saat ini sebanyak 344 balita penderita stanting tersebar di 10 desa lokus Kabupaten Sumba Tengah tahun 2019. Kasus stanting tersebut terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah melalui Dinas Kesehatan.

Baca Juga:  Bupati Sumba Tengah Akan Tindak Tegas ASN Nakal

“Salah satu langkah untuk menurunkan dan mengurangi angka stanting adalah sosialisasi pencegahan stunting melalui kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di tiap kecamatan dan desa,” ungkap Bupati Sumba Tengah Drs.Paulus S.K.Limu Jumat (02/08/2019) lalu.

“Melalui kampanye Germas tentunya memiliki tujuan supaya masyarakat dapat hidup sehat, oleh karena itu kita perlu melakukan kampanye ini ke seluruh masyarakat. Meningkatkan kesadaran dan kemauan masyarakat menuju peningkatan kualitas hidup sehat,” tandanya.

Baca Juga:  Bagi Penyalahguna Dana Desa, Bupati Sumba Tengah Ancam Turun Tangkap Sendiri

Bupati Paul juga mengatakan, meskipun angka kasus stunting di Kabupaten Sumba Tengah dari 10 desa yang ditetapkan sebagai lokus sebanyak 344 stunting anak balita yang diukur, namun pihaknya akan terus berusaha memaksimalkan penurunan kasus itu hingga pada nol persen.

Bupati Paul berkomitmen menurunkan angka stunting, karena dari lima kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sumba Tengah, angka stuntingnya masih tinggi. “Untuk itu kami menargetkan pada tahun 2023, angka kasus stunting menjadi nol persen atau bebas stunting,” ungkap Paulus.

Baca Juga:  Demi Keamanan, Pemerintah Sumba Tengah Turunkan Personil Brimob

Penulis : Yunia

  • Bagikan