Buntut Dugaan Penipuan Warga Jadi Anggota Veteran, FKPTT Tegaskan Perekrutan Veteran Sudah di Bekukan

  • Bagikan

NTT-News.com,Kefamenanu-Buntut kasus dugaan penipuan warga di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur untuk jadi anggota Veteran, Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) tegaskan perekrutan veteran sudah di bekukan pada tahun 2020 lalu.

 

Hal ini di tegaskan oleh Ketua DPD FKPTT Kabupaten Belu Agus Tingho Pinto di Kefamenanu saat temui korban dugaan penipuan Warga di Kabupaten TTU yang dilakuakan oleh oknum Yulius Besi Warga Kabupaten Belu.

 

Agustinus menegaskan, kalau perekrutan Veteran yang dilakukan oleh oknum-oknum itu adalah mafia veteran yang selalu merugikan Masyarakat.

 

Menurutnya perekrutan Veteran di Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah dibekukan oleh Kementrian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI).

 

“Di NTT ini sudah banyak Veteran bodongan jadi stop untuk sementara. Orang-orang yang datang menjanjikan bahwa minta uang kepada Masyarakat agar skepnya keluar, itu para mafia Veteran jadi tidak usah percaya, ” Kata Ketua FKPTT Agustinus yang adalah salah Satu Anggota DPRD di Kabupaten Belu.

Baca Juga:  Jambore Pariwisata NTT, Sanggar Uan Fatu SMAN Lurasik Wakili TTU

 

Agustinus Menambahkan, yang ada sekarang adalah FKPTT yang bergerak membantu Kemenhan dalam hal ini Korem dan Kodim membagi piagam penghargaan dan medali kepada Masyarakat para pejuang.

 

“Jadi yang sekarang suruh Masyarakat setor uang 10 juta, 20 juta,15 juta menjanjikan kepada Masyarakat bahwa nanti skepnya bulan depan 1, 2 bulan lagi itu omong kosong itu Masyarakat jangan percaya, itu para mafia-mafia, ” Imbuhnya.

 

Terkait dengan Yulius Besi, dirinya menegaskan Yulius cs adalah para mafia-mafia yang yang membuat Masyarakat jadi susah dan melarat.

 

“Mereka itu memungut, mengurus, terus setelah itu skepnya turun, dahurnya mereka bagi dua, setelah itu skepnya tahan terus setelah itu suruh orang kredit bagi dua. Itu sudah kebiasaan jadi setelah mereka punya lahan sudah stop mereka sudah tidak ada lagi, mereka bikin-bikin itu yang kita mau cari mereka kita akan minta bantuan kepada aparat keamanan supaya mereka itu di tangkap. Stop mereka punya kegiatan itu, ” Tegasnya.

Baca Juga:  BPN TTU Disebut Tidak Profesional dan Proaktif

 

Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 52 warga perbatasan RI-RDTL di Desa Banain A, Banain B, Banain C, Desa Napan, Desa Tes, dan Desa Haumeni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengaku ditipu oleh sosok bernama Yulius Besin, warga Kabupaten Belu.

 

Puluhan warga ini merasa ditipu Oknum Yulius Besin dengan dalih akan memberikan warga tersebut Surat Keputusan (SK) menjadi anggota veteran.

Baca Juga:  210 Masyarakat Desa Letmafo Terima BLT Desa

 

Modus yang dimainkan pelaku Yulius Besin tersebut adalah meminta uang dari masing-masing orang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 20 juta sampai dengan Rp 30 juta.

 

Mateus Tfulin, warga Desa Banain A, kepada Awak Media, saat ditemui bersama warga lainnya yang datang melaporkan Oknum Yulius Besin di Mapolres TTU Mengatakan, kedatangan mereka untuk Melaporkan kejadian itu pasalnya mereka merasa sudah ditipu.

 

“Kami datang lapor mengenai Pak Lius Besin bersama teman menipu kami uang. Kami 52 orang per orang ada yang 30 juta, ada yang 25, ada yang 24, ada yang 22,ada yang 20 Juta untuk calon veteran, ” Katanya. Rabu, (12/01/21).

 

 

Fridus Ciompah

  • Bagikan