Bantuan Presiden, Rumah Dibedah dan Duka Ibu Regina Warga Miskin di Desa Mali Iha

  • Bagikan
Kediaman Ibu Regina, anaknya sebelum wafat dan ketika menerima bantuan dari Presiden RI melalui Dandim dan Kapolres SBD

NTT-News.com, Kodi – Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo memberikan Bantuan terhadap keluarga ibu Regina Deta Karere (38) dan anaknya yang mengalami gizi buruk akut. Presiden RI Ir.Joko widodo yang mendapat kabar melalui media online tanggal 16 Desember 2020, secara spontan memerintahkan untuk memberikan bantuan kepada ibu kandung almarhum Dominggus Japa Loka (18) di kampung Rada Loko, Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT.

Bantuan dari presiden RI tersebut disalurkan melalui Dandim 1629/SBD Letkol Inf. Laode M. Sabaruddin berupa dana bentuk tunai melalui rekening BNI milik ibu Regina Deta Karere sejumlah Rp. 25 Juta dengan rincian Rp. 1 juta untuk sembako seperti beras, telur dan mie instan sedangkan sisanya masuk rekening dari ibu Regina.

Bantuan Presiden ini diserahkan langsung oleh Dandim 1629/SBD Letkol Inf. Laode M. Sabaruddin kepada ibu Regina dan anaknya. Dandi 1629/SBD bersama Kapolres SBD AKBP Joseph F.H. Mandagi S.iK, dan disaksikan juga oleh Camat Kodi Heribertus D. Hakalolu S. Sos, Danramil 02/Kodi Kapten Inf. Tohir.Y, Kapolsek Kodi Ipda Bernadus M. Kandi, SH., Kepala Desa Mali Iha Yulius Yingo Rendi dan warga kampung Rada Loko pada hari Kamis, (17/12/2020).

Baca Juga:  Wakil Bupati SBD Rayakan Ultah Bersama Staf di Rujab

Sekilas info bahwa almarhum Dominggus Japa Loka (18) menderita stunting akut sejak usia 8 tahun, dan meninggal dunia pada tanggal 10 Desember 2020 di RS. Shangla Denpasar, Bali.

Setelah bantuan Presiden RI di serahkan kepada ibu Regina, dihari yang sama pula (Rabu, 16 desember 2020). Ibu Regina bersama anaknya mendapat bantuan susulan dari Pangdam IX/Udayana, Kapolda NTT, dan Danrem 161/WS, berupa sembako dan bahan bangunan (semen, seng, tegel, triplex, dan closed WC) yang akan digunakan untuk kegiatan bedah rumah pada hari (Jumat, 18 Desember 2020) oleh personil Kodim 1629/SBD, Polres SBD dan Brimob Ki-C Subden 4 SBD.

Warga masyarakat dan keluarga yang hadir saat itu sangat antusias. David Ramone selaku kepala kampung Rada Loko sekaligus perwakilan dari keluarga yang menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah khususnya Presiden RI melalui Dandim 1629/SBD dan Polres SBD mengatakan bahwa sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan.

Baca Juga:  Meski Tak Jadi DPR, SLD Masih Terus Bantu Warga Bangun Sekolah

“Kami sangat berterima kasih kepada bapa presiden dan kami juga mendoakan bapa presiden agar diberikan kesehatan, serta bapa Dandim dan Kapolres supaya tetap kuat melaksanakan tugas pembangunan terutama di sektor kemanusiaan. Meskipun jauh dan tidak diberitahu tetapi dengan membaca media sosial begitu terpanggil dari rasa kemanusiaan sehingga bisa mengunjungi kampung kami, dari hari pertama sampai hari ini. Dengan begitu banyak juga warga yang turut berduka terhadap anak kami yang sudah meninggal,” ucap David Ramone.

Warga kampung Rada Loko juga turut membantu Ibu Regina Deta Karere (38) dan anaknya dengan menghibahkan sebidang tanah untuk dibangun rumah layak huni.

Dandim 1629/SBD Letkol. Inf. Laode M. Sabaruddin dalam wawancara dengan media ini menegaskan agar bersama-sama mengatasi kasus stunting ini.

Baca Juga:  Tegas, 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati SBD Target Benahi Birokrasi

“Mari bersama-sama mengurangi masalah stunting ini di mulai dari kita sebagai orang tua mengajak memberikan pola hidup sehat 4 sehat 5 sempurna. Apapun bentuknya itu tanggung jawab kita sebagai orang tua. Begitu juga kita anak-anak mematuhi yang disampaikan orang tua. Sehingga kedepan kita dapat hidup lebih bagus dan calon pengganti pimpinan bangsa dan negara,” Pungkasnya.

Pantauan media ini, meski ada rasa haru yang dirasakan ibu Regina karena Presiden RI telah membantu meringankan bebannya saat ini, namun duka yang sangat mendalam tetap tidak bisa dipungkiri dari raut wajahnya karena kehilangan anak pertamanya yang diasuh dari masih berusia 8 tahun hingga di usia ke 17 tahun dan meninggal akibat gizik buruk akut yang dialami anak sulungnya itu, kini tinggal anak keduanya yang juga mengalami penyakit serupa. Sedangkan suaminya telah lama meninggal dunia.

Rey Milla

  • Bagikan