Ancam Keamanan NKRI, Polisi Bekuk Puluhan Warga Asing

  • Bagikan
Jajaran Aparat Kepolisain, TNI dan BIN yang Mengamankan Puluhan Warga Asing di Kupang
Jajaran Aparat Kepolisain, TNI dan BIN yang Mengamankan Puluhan Warga Asing di Kupang
Jajaran Aparat Kepolisain, TNI dan BIN yang Mengamankan Puluhan Warga Asing di Kupang

NTT-News.com, Oelamasi – Sebanyak 31 warga Negara asing asal Repoblik Democratic Timor Leste, (RDTL) diamankan jajaran Kepolisian Resort Kabupaten Kupang, Polda Nusa Tenggara Timur, (NTT). Puluhan pemuda ini berhasil terjaring atas kerja keras kesatuan Intel Kepolisian Polres Kupang, bersama pihak TNI dari Korem, Kodim 1604, dan Badan Intelegen Negara, (BIN) NTT.

Seluruh Warga Negara RDTL yang tergabung dalam Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) ini ditangkap karena keberadaannya dianggap telah mengancam keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia, (NKRI) khususnya pulau di pulau Timor.

“Akar persoalan awal terjadi kasus penganiayan pada tanggal 19 Oktober di Desa Manusak. Setelah dalami pada masa pengembangan, (Oleh jajaran Intel) tanggal 22 Oktober malam terjadi kembali kasus provokasi dari salah satu perguruan yang mengirim pemuda dengan 2 unit Motor ke Desa Manusak bilangnya mereka disandra,” Kapolres Kupang, AKBP Ajie I. Dwiatma kepada awak media dalam Jumpa Pers, di Markas Polres Kupang Minggu, (23/10) Sore.

Baca Juga:  65 Imigran Gelap Asal Bangladesh dan Srilanka Terdampar di Rote Barat

“Setelah dikembangkan ternyata itu tidak benar. Kasus sudah disetting, dan hasil penelusuran, mereka yang tergabung dalam 31 pemuda ini masuk ke Indonesia lewat jalur Ilegal Kali Nunura dan Maliana. Kemudian dari mereka juga diduga terlibat 2 kasus, masing-masing kasus provokasi maupun penganiayaan,” jelas Ajie kepada awak media.

Ditambahkan Ajie, atas dugaan keterlibatan kasus ini mereka akan disangkakan pasal 170 KHUP. Sedangkan menurutnya, berkaitan dengan masuk ke wilayah NKRI tanpa dokumen resmi puluhan pemuda itu akan diserahkan ke Kantor Imgrasi wilayah NTT.

Kesempatan yang sama, Dandim 1604, Letkol Inf Indrawan Yashori menerangkan, dari pertikaian ini pihaknya bersama pasukan perbatasan akan melaksankan pengamanan dan memperketat jalur perbatasan antar kedua Negara.

Baca Juga:  Melintas untuk Temui Istri, MG Warga Timor Leste Diamankan Satgas Yonarmed 3/105 Tarik

“Kami prinsipnya kalau ada kasus, jajaran TNI siap membeck up aparat Kepolisian. Saya juga harapkan kedua kelompok, baik PSHT dan Kera Sakti tidak salah artikan latihan bela diri, karena bela diri bukan diajarkan untuk berbuat kasus,” tandas Yahsori.

Sementara Kasubsi Penindakan dan Imigrasi, Marselinus Ma, menerangkan bahwa pihaknya sesudah menerima, 31 warga asing asal RDTL dan akan diproses di Kantor Imgrasi sesuai aturan yang berlaku.

“Dari total 35 orang ada 3 yang miliki paspor, satu sudah lewati batas waktu. Namun, 31 yang tidak ada paspor akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Nanti kalau diproses tidak ada masalah identitas kewarganegaraannya maka pasti akan dideportasi ke Timor Leste,” sebutnya.

Sementara itu, Marsal Coriea (17) salah satu di antara anggota PSHT asal Negara Timor Leste yang berhasil diamakan petugas aparat Intel Gabungan kepada media ini membenarkan, dirinya belum mengantongi kartu identitas kependudukan di Timor Leste karena belum cukup umur.

Baca Juga:  Australia Usir Warga Rohingya, Srilanka dan Bangladesh ke NTT

Diakuinya, ia bersama beberapa orang teman seperguruan PSHT Timor Leste berhasil masuk ke wilayah negara Indonesia, melalui jalan tikus di districk Maliana, selanjutnya ke Betun Kabupaten Malaka dan menuju Kupang.

“Di Timor Leste PSHT sudah larang, jadi saya dengan kawan mau ikut ujian naik sabuk di Kupang. Kami diprovokasi untuk ikut tawuran di Manusak,” ungkapnya dalam bahasa Tetun.

Dikatakannya, ia dan beberapa teman, sudah sebulan tinggal di wilayah Tuapukan. Dalam kejadian ini, sejumlah barang bukti, disita baik pedang, Golok, Cerulit dan beberapa buah alat telepon seluler, serta Id Card keanggotaan PSHT. (George)

  • Bagikan